Setapak Langkah – 03 April 2026 | Minister Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Teuku Riefky Harsya, menyatakan apresiasi atas rencana pengembangan properti intelektual (IP) lokal di lingkungan Bandara Internasional Soekarno‑Hatta. Inisiatif ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk menampilkan karya kreatif Indonesia kepada jutaan penumpang domestik dan internasional setiap harinya.
- Penyediaan kios dan stand khusus bagi pelaku usaha kreatif yang memproduksi barang berbasis IP lokal, seperti souvenir, fashion, dan makanan tradisional.
- Pemasangan instalasi seni visual dan audio yang menonjolkan cerita budaya Indonesia, termasuk penggunaan augmented reality untuk interaksi penumpang.
- Kolaborasi dengan maskapai penerbangan untuk menyajikan konten digital berlisensi IP lokal pada hiburan dalam pesawat.
- Penyelenggaraan event pop‑up dan pameran temporer yang menampilkan karya desainer, seniman, dan pembuat konten digital Indonesia.
Selain meningkatkan pendapatan bagi pelaku kreatif, Kemenekraf menargetkan terciptanya efek spillover pada sektor pariwisata, karena penumpang yang terpapar budaya lokal dapat terdorong untuk mengunjungi destinasi wisata di dalam negeri. Pemerintah juga berencana memberikan dukungan pembiayaan dan pelatihan pemasaran digital bagi para pengusaha yang terpilih menjadi mitra bandara.
Implementasi program diperkirakan akan dimulai pada kuartal kedua tahun ini, dengan fase pilot di terminal utama Bandara Soekarno‑Hatta. Evaluasi hasil akan menjadi dasar untuk memperluas konsep serupa ke bandara lain di Indonesia.