Setapak Langkah – 04 April 2026 | Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan meluncurkan program “Sawah Rakyat” sebagai upaya strategis untuk memperkuat pembinaan pertanian di wilayah tersebut. Inisiatif ini memanfaatkan lahan pertanian yang berada di bawah pengelolaan institusi pemasyarakatan, sekaligus memberikan kesempatan bagi warga sekitar dan narapidana untuk terlibat dalam produksi pangan.
Program Sawah Rakyat memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
- Meningkatkan ketahanan pangan regional dengan menambah produksi beras dan komoditas pangan lainnya.
- Memberdayakan narapidana melalui pelatihan pertanian modern sehingga mereka dapat memperoleh keahlian yang berguna setelah masa hukuman selesai.
- Mendorong partisipasi aktif masyarakat sekitar dalam kegiatan pertanian, sehingga tercipta sinergi antara institusi pemasyarakatan dan komunitas lokal.
- Menjadi contoh model pembinaan yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan keamanan.
Sejak peluncuran pada awal tahun 2024, sebanyak 120 hektar lahan sawah telah dipersiapkan di tiga kecamatan: Banjarbaru, Martapura, dan Banjarmasin Selatan. Berikut adalah ringkasan alokasi lahan dan hasil produksi hingga kuartal kedua 2024:
| Kecamatan | Luas Lahan (ha) | Hasil Panen (ton) | Jumlah Narapidana Terlibat |
|---|---|---|---|
| Banjarbaru | 45 | 58 | 35 |
| Martapura | 38 | 49 | 28 |
| Banjarmasin Selatan | 37 | 46 | 30 |
Para petani lokal yang berkolaborasi dengan tim pembinaan Ditjenpas melaporkan peningkatan kualitas tanah berkat penggunaan pupuk organik berbasis limbah pertanian dan pengolahan tanah yang diajarkan oleh tenaga ahli agronomi. Selain beras, program ini juga menguji penanaman jagung, kedelai, dan sayuran hijau sebagai diversifikasi pangan.
Pengelolaan program berada di bawah koordinasi Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel, Ir. H. Ahmad Fadli, yang menekankan pentingnya integrasi antara rehabilitasi narapidana dan pemberdayaan ekonomi. “Sawah Rakyat bukan sekadar proyek pertanian, melainkan sarana untuk mengubah paradigma pemasyarakatan menjadi pusat pembangunan berkelanjutan,” ujar beliau dalam konferensi pers pada 12 Maret 2024.
Keberhasilan awal program ini telah menarik perhatian Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, yang berencana memperluas kolaborasi ke wilayah lain serta menambahkan teknologi irigasi tetes untuk meningkatkan efisiensi air. Diharapkan, dalam dua tahun ke depan, program Sawah Rakyat dapat menambah produksi pangan sebesar 15% dan menurunkan tingkat pengangguran di daerah pedesaan sekitar 3%.
Dengan kombinasi pelatihan, pemberdayaan masyarakat, dan optimalisasi lahan, Ditjenpas Kalsel berharap program ini menjadi model replikasi bagi provinsi lain dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperbaiki reintegrasi sosial narapidana.