Setapak Langkah – 10 April 2026 | Sejak hujan lebat yang mulai mengguyur wilayah Papua pada 7 April 2026, tingkat air Danau Sentani meningkat drastis hingga meluap dan menenggelamkan ratusan rumah warga di sekitarnya. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua mencatat bahwa ketinggian air naik sekitar 2,5 meter di atas batas normal, menggenangi kawasan permukiman di pinggir danau.
Akibatnya, lebih dari 600 keluarga terpaksa mengungsi ke posko darurat yang didirikan di balai desa dan sekolah-sekolah terdekat. Sekitar 45.000 meter persegi lahan pertanian kehilangan tanaman, sementara infrastruktur jalan utama terputus, menyulitkan akses bantuan.
Penanganan darurat melibatkan beberapa pihak:
- Pemerintah Provinsi Papua mengaktifkan sistem evakuasi dan menyalurkan bantuan makanan, selimut, serta peralatan kebersihan melalui Dinas Sosial.
- Organisasi non‑pemerintah seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan Tim Relawan Bencana menyediakan tenaga medis dan pasokan obat-obatan di posko.
- Angkatan Darat mengirimkan unit logistik untuk mengangkut barang bantuan ke daerah yang jalan raya terputus.
Selain bantuan darurat, upaya mitigasi jangka panjang tengah dipersiapkan. Pemerintah daerah berencana membangun tanggul tambahan di bagian selatan Danau Sentani dan memperkuat sistem peringatan dini berbasis sensor ketinggian air. Pelatihan kesiapsiagaan bagi warga juga dijadwalkan dalam beberapa minggu ke depan.
Para ahli memperingatkan bahwa perubahan iklim dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas siklon tropis di wilayah ini, sehingga penyesuaian kebijakan tata ruang dan peningkatan kapasitas penanggulangan bencana menjadi sangat penting.