Setapak Langkah – 11 April 2026 | Pasar saham Indonesia mencatat pergerakan yang sangat dinamis pada pekan terakhir, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik sebesar 6,14 persen. Lonjakan ini didorong oleh aksi beli agresif pada sejumlah saham yang berhasil mencatatkan keuntungan besar, sementara kelompok saham lain mengalami penurunan tajam.
Berikut rangkuman 10 saham yang paling menguntungkan (top gainers) selama periode tersebut, lengkap dengan kenaikan harga dan persentase pergerakan:
- BBCA – Kenaikan 12,5% – Saham bank terkemuka yang mendapat manfaat dari ekspektasi kenaikan suku bunga.
- TLKM – Kenaikan 11,8% – Penyedia layanan telekomunikasi ini mendapat dorongan dari laporan laba bersih yang melampaui ekspektasi.
- UNVR – Kenaikan 10,9% – Produsen barang konsumen utama meraih profitabilitas tinggi setelah penurunan biaya produksi.
- ASII – Kenaikan 10,2% – Perusahaan otomotif memperlihatkan peningkatan penjualan mobil nasional.
- BBRI – Kenaikan 9,7% – Bank Rakyat Indonesia mencatat pertumbuhan kredit yang kuat.
- BBNI – Kenaikan 9,3% – Dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor perbankan memperkuat saham ini.
- ITMG – Kenaikan 8,9% – Perusahaan tambang nikel mendapat manfaat dari kenaikan harga komoditas global.
- BMRI – Kenaikan 8,5% – Bank Mandiri memperoleh peningkatan margin bunga.
- EMTK – Kenaikan 7,8% – Energi terbarukan menarik minat investor institusional.
- ADRO – Kenaikan 7,5% – Saham pertambangan batu bara yang pulih setelah penurunan harga bahan bakar.
Sementara itu, kelompok saham yang mengalami penurunan terbesar (top losers) mencakup sektor pertambangan dan properti, yang tertekan oleh faktor eksternal seperti kebijakan impor dan penurunan permintaan domestik.
Para analis menilai bahwa volatilitas tinggi ini mencerminkan sentimen pasar yang masih sensitif terhadap data ekonomi global serta kebijakan moneter dalam negeri. Investor disarankan untuk memperhatikan fundamental perusahaan dan tidak hanya terfokus pada pergerakan harga jangka pendek.