Setapak Langkah – 03 April 2026 | Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa pemerintah tengah memperkuat cadangan pangan domestik untuk mengantisipasi dampak iklim ekstrem El Nino.
El Nino yang diperkirakan akan memuncak pada akhir tahun ini dapat menurunkan curah hujan, mengganggu produksi padi, jagung, kedelai, dan komoditas penting lainnya. Oleh karena itu, Bapanas menargetkan peningkatan stok strategis pangan sebesar 10 % dibandingkan tahun sebelumnya.
- Peningkatan produksi dalam negeri melalui subsidi benih unggul dan bantuan pupuk.
- Pengadaan tambahan beras dan jagung melalui pasar domestik serta kontrak jangka panjang dengan petani.
- Penguatan fasilitas penyimpanan di gudang-gudang pemerintah dan kerjasama dengan sektor swasta.
- Monitoring intensif atas perkiraan cuaca dan laporan hasil panen.
Berikut perkiraan target cadangan strategis pangan tahun 2024/2025:
| Komoditas | Cadangan Saat Ini (ton) | Target Tambahan (ton) |
|---|---|---|
| Beras | 5.200.000 | +520.000 |
| Jagung | 3.800.000 | +380.000 |
| Kedelai | 1.500.000 | +150.000 |
| Ubi | 2.300.000 | +230.000 |
Upaya ini diharapkan dapat menjaga kestabilan harga pangan, menghindari kelangkaan, serta melindungi konsumen, khususnya di wilayah rawan kekeringan. Pemerintah juga menyiapkan paket bantuan sosial bagi petani yang terdampak, termasuk insentif kredit dan asuransi tanaman.
Penguatan cadangan pangan ini menjadi bagian integral dari strategi ketahanan pangan nasional yang telah disusun sejak beberapa tahun terakhir, menyesuaikan dengan perubahan iklim global.