Setapak Langkah – 11 April 2026 | World Bank menilai bahwa ekonomi Indonesia memiliki bantalan yang cukup kuat untuk menahan dampak kenaikan harga energi global. Menurut laporan terbaru, struktur fiskal yang sehat, cadangan devisa yang memadai, dan kebijakan moneter yang responsif menjadi pilar utama ketahanan ekonomi.
Beberapa faktor yang menambah daya tahan tersebut antara lain:
- Cadangan devisa lebih dari US$130 miliar, cukup untuk menutupi impor energi selama lebih dari enam bulan.
- Defisit anggaran yang terkendali pada level di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
- Inflasi yang tetap berada dalam target Bank Indonesia meskipun terdapat tekanan harga minyak dunia.
World Bank juga menyoroti upaya pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih, termasuk peningkatan kapasitas energi terbarukan dan subsidi energi yang terarah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor minyak dan gas, sekaligus menurunkan beban biaya energi bagi konsumen.
Dalam proyeksi jangka menengah, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tetap berada di kisaran 5% hingga 5,5% per tahun, asalkan kebijakan struktural terus dipertahankan dan risiko eksternal tidak meningkat secara signifikan.
Secara keseluruhan, World Bank menyimpulkan bahwa Indonesia berada pada posisi yang relatif aman untuk menghadapi volatilitas harga energi, namun menekankan pentingnya kebijakan yang konsisten dalam mengelola fiskal, moneter, dan investasi energi bersih.