Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Danantara Indonesia sedang melakukan pembicaraan intensif untuk memperoleh sebagian saham di Weda Bay Nickel, proyek tambang nikel yang dikelola oleh perusahaan asal Perancis, Rosan. Langkah ini menandai upaya perusahaan lokal untuk memperkuat posisi di sektor logam dasar yang semakin strategis bagi perekonomian Indonesia.
Weda Bay terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, dan diperkirakan memiliki cadangan nikel yang cukup besar untuk mendukung produksi baterai kendaraan listrik. Pemerintah Indonesia telah menargetkan peningkatan nilai tambah nikel melalui program hilirisasi, sehingga keterlibatan pemain domestik seperti Danantara dianggap dapat mempercepat proses tersebut.
Berikut adalah poin‑poin utama yang menjadi pertimbangan dalam akuisisi ini:
- Strategi diversifikasi portofolio Danantara ke sektor pertambangan dan pengolahan logam.
- Potensi peningkatan kapasitas produksi nikel untuk pasar domestik dan ekspor.
- Kesesuaian dengan kebijakan pemerintah tentang kemitraan lokal (local partner) dalam proyek tambang.
- Peluang pengembangan fasilitas hilirisasi, seperti pembuatan bahan baku baterai.
Jika akuisisi berhasil, struktur kepemilikan yang diusulkan dapat terlihat seperti tabel berikut:
| Entitas | Persentase Saham | Peran Utama |
|---|---|---|
| Rosan (Perancis) | 60% | Pengelolaan operasional tambang |
| Danantara Indonesia | 40% | Pengembangan nilai tambah lokal, pengadaan teknologi, dan pemasaran |
Para analis menilai bahwa kemitraan ini dapat menjadi contoh kuat bagi perusahaan asing yang ingin tetap beroperasi di Indonesia sambil mematuhi persyaratan kemitraan lokal. Keberadaan Danantara sebagai mitra lokal yang memiliki jaringan distribusi dan pemahaman regulasi dapat mengurangi risiko operasional bagi Rosan.
Di sisi lain, akuisisi ini juga menimbulkan tantangan, antara lain kebutuhan investasi tambahan untuk pengembangan infrastruktur hilirisasi dan penyesuaian kebijakan lingkungan yang ketat. Namun, dengan dukungan pemerintah dan potensi pasar baterai listrik yang terus tumbuh, prospek jangka panjang tetap positif.
Kesimpulannya, akuisisi saham Weda Bay Nickel oleh Danantara bukan hanya langkah bisnis, melainkan strategi nasional untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai nikel global.