Setapak Langkah – 10 April 2026 | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 akan mencapai 5,5 %.
Optimisme tersebut didasarkan pada beberapa faktor utama, antara lain pemulihan konsumsi domestik, percepatan proyek infrastruktur, peningkatan ekspor, serta kebijakan fiskal yang mendukung.
| Sektor | Kontribusi terhadap pertumbuhan (%) |
|---|---|
| Konsumsi Rumah Tangga | 2,1 |
| Investasi | 1,8 |
| Ekspor | 0,9 |
| Lainnya | 0,7 |
Airlangga menekankan bahwa kebijakan stimulus fiskal, termasuk pengurangan pajak untuk usaha kecil dan menengah serta peningkatan belanja infrastruktur, diharapkan dapat menambah daya dorong pertumbuhan.
Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah dan kondisi pasar global yang relatif tenang menjadi faktor eksternal yang memperkuat prospek ekonomi domestik.
- Target inflasi tetap berada pada kisaran 2‑3 %.
- Pertumbuhan lapangan kerja diharapkan mengikuti laju pertumbuhan ekonomi.
- Pemerintah akan memantau risiko eksternal seperti gejolak harga komoditas.
Secara keseluruhan, pernyataan Airlangga mencerminkan kepercayaan pemerintah bahwa ekonomi Indonesia berada pada jalur pemulihan yang berkelanjutan, meski tetap harus waspada terhadap potensi tantangan global.