Setapak Langkah – 30 Juli 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi memulai pembangunan Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di wilayah Jawa Barat. Proyek ini direncanakan menghasilkan daya listrik bersih sebesar 40,79 megawatt (MW) dengan mengolah sekitar 2.131 ton sampah per hari menjadi energi.
Lokasi pembangunan dipilih di daerah Legok Nangka, sebuah wilayah yang strategis untuk mengatasi masalah penumpukan sampah sekaligus menyediakan pasokan listrik tambahan bagi jaringan regional. Dengan kapasitas tersebut, PSEL Legok Nangka dapat menyuplai listrik setara dengan kebutuhan rumah tangga sekitar 150.000 keluarga.
Berikut adalah beberapa spesifikasi utama proyek:
- Daya terpasang: 40,79 MW
- Volume sampah yang diolah: 2.131 ton per hari
- Lokasi: Legok Nangka, Jawa Barat
- Pengelola: Kementerian ESDM bekerjasama dengan pihak swasta
- Target operasional: tahun 2028
Proyek ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional. Selain menghasilkan listrik, proses pembakaran sampah dilengkapi dengan sistem filtrasi canggih untuk meminimalkan emisi gas berbahaya.
Selain manfaat lingkungan, pembangunan PSEL Legok Nangka juga membuka peluang lapangan kerja bagi tenaga lokal, baik pada fase konstruksi maupun operasional. Pemerintah menargetkan penciptaan lebih dari 500 pekerjaan langsung serta peluang usaha bagi pelaku usaha kecil yang menyediakan layanan pendukung.
Investasi yang diperlukan untuk proyek ini diperkirakan mencapai beberapa ratus miliar rupiah, dengan pendanaan bersumber dari anggaran Kementerian ESDM dan partisipasi investasi swasta melalui skema kemitraan publik‑swasta (PPP).
Dengan dimulainya pembangunan, Kementerian ESDM menegaskan komitmen untuk mempercepat transisi energi bersih di Indonesia, menjadikan sampah sebagai sumber daya yang produktif dan berkelanjutan.