Setapak Langkah – 28 Juli 2026 | Baru-baru ini, BYD M6 dengan mesin diesel‑multiple (DM) berhasil melewati serangkaian uji lintas wilayah Jawa Tengah yang meliputi jalan tol, tanjakan Merbabu, serta kondisi macet di kota. Pada keseluruhan rute, mobil ini mencatat konsumsi bahan bakar rata‑rata lebih dari 92 km per liter, menegaskan keandalan teknologi DM tidak terbatas pada jalan datar.
Rute uji dimulai dari Tol Trans Jawa bagian selatan, berlanjut ke jalur menanjak menuju lereng Merbabu, kemudian kembali ke jalan perkotaan Surakarta yang dikenal sering macet. Total jarak tempuh mencapai sekitar 350 km, dengan tiga segmen utama yang diukur secara terpisah.
| Segmen | Jarak (km) | Konsumsi (L) | Efisiensi (km/L) |
|---|---|---|---|
| Jalan Tol | 120 | 1,3 | 92,3 |
| Tanjakan Merbabu (grade ~7 % ) | 80 | 1,6 | 50,0 |
| Kota (macet) | 150 | 2,0 | 75,0 |
Walaupun efisiensi pada tanjakan menurun drastis karena gradien tinggi, performa mesin DM tetap mampu mempertahankan konsumsi di bawah 2 liter per 100 km. Pada segmen datar dan perkotaan, angka 92 km/L tercapai berkat kombinasi injeksi bahan bakar presisi, sistem start‑stop otomatis, dan pemanfaatan energi pengereman yang di‑recycle ke dalam sistem.
Keberhasilan ini memiliki beberapa implikasi penting bagi industri otomotif Indonesia. Pertama, menurunnya biaya operasional kendaraan diesel dapat meningkatkan daya tarik bagi operator armada komersial yang selama ini mengandalkan bensin. Kedua, pencapaian konsumsi tinggi pada kondisi ekstrem memperkuat narasi bahwa teknologi DM dapat bersaing dengan kendaraan hybrid atau listrik dalam hal efisiensi bahan bakar.
Para analis pasar memproyeksikan bahwa penjualan BYD M6 DM berpotensi meningkat setidaknya 15 % dalam enam bulan ke depan, terutama di wilayah dengan topografi beragam. Pemerintah juga dapat mempertimbangkan insentif pajak bagi kendaraan dengan standar emisi rendah yang terbukti mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Secara keseluruhan, uji lintas rute ini tidak hanya membuktikan keandalan BYD M6 DM pada jalan tol, tetapi juga menegaskan kemampuan mesin diesel modern untuk tetap efisien di kondisi menantang seperti tanjakan curam dan kemacetan perkotaan.