histats

INDEF: Libur Sekolah dan Berhentinya MBG Tak Banyak Redam Inflasi Pangan, Pasokan Masih Jadi Penentu

INDEF: Libur Sekolah dan Berhentinya MBG Tak Banyak Redam Inflasi Pangan, Pasokan Masih Jadi Penentu

Setapak Langkah – 27 Juli 2026 | Institut Penelitian Ekonomi dan Keuangan (INDEF) mengungkapkan bahwa libur panjang sekolah serta penghentian program Makanan Gratis (MBG) di sejumlah daerah tidak memberikan tekanan signifikan pada penurunan inflasi pangan di Indonesia. Menurut analisis terbaru, faktor utama yang masih mendominasi pergerakan harga pangan adalah tingkat pasokan yang masih terbatas, sementara permintaan tetap kuat.

Selama periode libur sekolah, konsumsi makanan di kantin dan fasilitas pendidikan menurun, yang diperkirakan dapat menurunkan permintaan jangka pendek. Namun, data menunjukkan bahwa penurunan konsumsi ini bersifat sementara dan tidak cukup besar untuk memengaruhi indeks harga konsumen (IHK) secara keseluruhan.

Penghentian program MBG, yang selama ini memberikan subsidi makanan bagi siswa kurang mampu, juga diperkirakan dapat menurunkan beban permintaan. Namun, INDEF mencatat bahwa dampak pengurangan subsidi tersebut masih teredam oleh faktor-faktor lain, seperti:

  • Keterbatasan produksi dalam sektor pertanian, terutama pada komoditas pokok seperti beras, jagung, dan cabai.
  • Gangguan logistik yang masih berlangsung akibat cuaca ekstrim dan keterbatasan infrastruktur.
  • Kenaikan harga input produksi, termasuk pupuk dan bahan bakar, yang menambah beban biaya petani.

Berikut adalah ringkasan tren inflasi pangan selama enam bulan terakhir yang mencerminkan pengaruh pasokan terhadap harga:

Bulan Inflasi Pangan (%) Produksi Beras (juta ton) Stok Persediaan Nasional (juta ton)
Januari 5,2 32,1 12,5
Februari 5,6 31,8 12,2
Maret 5,8 31,5 12,0
April 5,9 31,3 11,8
Mei 6,1 31,0 11,5
Juni 6,3 30,7 11,2

Data di atas menunjukkan bahwa meskipun permintaan menurun selama libur sekolah, penurunan produksi dan stok yang berkelanjutan tetap mendorong inflasi pangan tetap tinggi. INDEF menekankan bahwa kebijakan penanganan inflasi pangan harus lebih menitikberatkan pada peningkatan produksi domestik, perbaikan rantai pasok, serta stabilisasi harga input.

Para ahli menyarankan beberapa langkah strategis, antara lain:

  1. Penguatan program subsidi pupuk dan benih unggul untuk meningkatkan produktivitas petani.
  2. Investasi pada infrastruktur penyimpanan dan distribusi untuk mengurangi kehilangan pasca-panen.
  3. Peningkatan diversifikasi tanaman guna mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu.
  4. Peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penetapan harga eceran maksimum (HEM) yang realistis.

Dengan menitikberatkan pada aspek pasokan, diharapkan tekanan inflasi pangan dapat teredam lebih efektif dibandingkan sekadar mengandalkan penurunan permintaan temporer seperti libur sekolah atau penghentian program subsidi makanan.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *