Setapak Langkah – 21 Juli 2026 | Bappenas bekerja sama dengan Kementerian PPN serta berbagai institusi riset dan lembaga non‑pemerintah meluncurkan inisiatif pemetaan kekayaan hayati nasional. Program ini bertujuan menyediakan data terperinci tentang keanekaragaman hayati sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.
Beberapa langkah utama yang diambil antara lain:
- Inventarisasi flora dan fauna di seluruh provinsi melalui survei lapangan dan citra satelit.
- Pembuatan basis data terintegrasi yang menggabungkan informasi ekologi, sosial, dan ekonomi.
- Analisis nilai ekonomi ekosistem, termasuk jasa penyerapan karbon, penyediaan air bersih, dan potensi pariwisata.
- Pengembangan peta tematik yang menampilkan zona konservasi, area produktif, dan wilayah berisiko degradasi.
- Penyusunan rekomendasi kebijakan untuk sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan pariwisata.
Hasil pemetaan diharapkan memberikan manfaat strategis, antara lain:
- Meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya alam dalam perencanaan pembangunan.
- Mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya yang terkait lingkungan hidup.
- Memberdayakan sektor pariwisata alam dengan data yang dapat dipasarkan secara berkelanjutan.
- Menurunkan tingkat deforestasi melalui identifikasi zona kritis.
- Memperkuat posisi Indonesia dalam pasar ekonomi hijau internasional.
Berikut contoh ringkas tabel yang menggambarkan potensi ekonomi dari beberapa ekosistem utama:
| Jenis Ekosistem | Luas (Juta ha) | Potensi Ekonomi (Miliar USD) |
|---|---|---|
| Hutan Tropis | 94,5 | 120 |
| Terumbu Karang | 0,8 | 15 |
| Padang Rumput Laut | 1,2 | 9 |
| Ekosistem Sungai & Danau | 0,4 | 7 |
Dengan data yang lebih akurat dan terintegrasi, Bappenas berharap dapat menyusun kebijakan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian keanekaragaman hayati, sehingga pembangunan Indonesia tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang.