Setapak Langkah – 21 Juli 2026 | Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan komitmen pemerintah untuk memaksimalkan seluruh anggaran negara guna meningkatkan kesejahteraan petani serta mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kementerian Pertanian, Jakarta, pada tanggal …
| Program | Anggaran (Rp Miliar) |
|---|---|
| Subsidi Pupuk dan Pestisida | 12.500 |
| Kredit Usaha Pertanian (KUP) | 9.300 |
| Pembangunan Irigasi Skala Mikro | 7.200 |
| Digitalisasi Pertanian (Platform e‑Agri) | 4.800 |
| Pelatihan dan Penyuluhan | 2.200 |
Berikut beberapa langkah konkret yang akan dilaksanakan:
- Penyaluran subsidi pupuk secara tepat sasaran melalui sistem verifikasi digital.
- Penyediaan kredit dengan bunga rendah bagi petani yang mengadopsi praktik pertanian ramah lingkungan.
- Pembangunan jaringan irigasi terintegrasi di daerah rawan kekeringan, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Nusa Tenggara.
- Peluncuran aplikasi e‑Agri yang memudahkan petani mengakses informasi cuaca, harga pasar, dan layanan teknis.
- Program pelatihan intensif mengenai pertanian organik dan teknik budidaya unggul.
Sudaryono menambahkan bahwa target utama adalah meningkatkan produktivitas padi hingga 5,5 ton per hektar pada 2027, serta menurunkan ketergantungan impor beras menjadi kurang dari 10 % dari total konsumsi nasional. Jika seluruh program berjalan sesuai rencana, diperkirakan pendapatan petani akan naik rata‑rata 12 % dalam tiga tahun ke depan.
Namun, tantangan tetap ada, antara lain koordinasi antar‑lembaga, kesiapan infrastruktur digital di daerah terpencil, serta perubahan iklim yang dapat memengaruhi hasil panen. Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi kendala tersebut melalui mekanisme evaluasi berkala dan penyesuaian kebijakan yang responsif.
Dengan pengalokasian anggaran yang terarah dan pelaksanaan program yang terintegrasi, diharapkan kesejahteraan petani meningkat secara signifikan dan Indonesia dapat mencapai ketahanan pangan yang mandiri.