Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Pemerintah mengumumkan bahwa nilai ekspor pupuk ke Australia pada tahun ini telah melampaui Rp 7 triliun, menandai pencapaian signifikan bagi sektor pertanian nasional.
Sementara itu, harga pupuk bersubsidi di dalam negeri mengalami penurunan sebesar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berkat kebijakan penyesuaian tarif dan peningkatan efisiensi distribusi.
Penurunan harga tersebut memberikan manfaat langsung bagi petani, mengurangi biaya produksi dan meningkatkan margin keuntungan.
Berikut ringkasan data utama:
| Indikator | 2023 | 2022 |
|---|---|---|
| Nilai ekspor pupuk ke Australia | Rp 7 triliun | Rp 5,5 triliun |
| Harga pupuk bersubsidi (rata-rata) | Rp 8.000 per kg | Rp 10.000 per kg |
Dengan peningkatan ekspor dan penurunan harga domestik, industri pupuk nasional diproyeksikan akan terus menguat, membuka peluang pasar baru di kawasan Asia‑Pasifik.