Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Tajuddin, mengonfirmasi bahwa Indonesia telah menandatangani perjanjian impor listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik Malaysia untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah Kalimantan. Impor ini diharapkan dapat menstabilkan pasokan listrik, terutama pada saat permintaan meningkat.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan:
- Impor listrik berasal dari PLTA di Malaysia dengan kapasitas terjangkau untuk kebutuhan Kalimantan.
- Proyek Trans Borneo akan menghubungkan jaringan listrik Indonesia, Malaysia, dan Filipina, memperkuat keamanan energi regional.
- Integrasi ini diharapkan menurunkan biaya listrik bagi konsumen dan meningkatkan efisiensi operasional.
- Proses penyambungan jaringan Filipina diperkirakan selesai pada akhir 2027.
Kerja sama lintas batas ini juga sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengoptimalkan sumber energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Bahlil menambahkan bahwa pemerintah akan terus memfasilitasi investasi asing dalam sektor energi serta memperkuat regulasi yang mendukung pertumbuhan infrastruktur energi berkelanjutan.