Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Program 3 Juta Rumah yang digulirkan pemerintah menjadi sorotan utama dalam upaya mengurangi kesenjangan perumahan di Indonesia. Dalam sebuah pernyataan baru-baru ini, ekonom terkemuka Indef Eko Listiyanto menekankan pentingnya mengalihkan sebagian besar pasokan material bangunan kepada industri domestik.
Alasan utama dukungan industri material dalam program perumahan
Indef berargumen bahwa pemanfaatan bahan baku dan produk jadi yang diproduksi di dalam negeri akan menimbulkan efek multiplier yang signifikan. Dengan menambah nilai tambah pada setiap tahap produksi, lapangan kerja baru dapat tercipta, pendapatan pajak meningkat, serta ketergantungan pada impor berkurang.
Potensi dampak ekonomi
Berikut adalah perkiraan dampak ekonomi apabila 60% kebutuhan material bangunan dipenuhi oleh produsen lokal:
| Indikator | Proyeksi |
|---|---|
| Penambahan lapangan kerja | ~250.000 pekerjaan langsung |
| Pendapatan pajak tambahan | Rp 3,2 triliun per tahun |
| Pengurangan impor material | ~40% dari total impor bahan bangunan |
Rekomendasi kebijakan
- Mengalokasikan insentif fiskal bagi produsen material lokal yang memenuhi standar kualitas.
- Menetapkan kuota penggunaan material domestik dalam tender pembangunan rumah.
- Memberikan pelatihan teknis kepada UMKM bahan bangunan untuk meningkatkan daya saing.
- Mendorong riset dan pengembangan bahan ramah lingkungan berbasis sumber daya Indonesia.
Dengan langkah‑langkah tersebut, Indef yakin Program 3 Juta Rumah tidak hanya akan menyelesaikan kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan industri material domestik yang berkelanjutan.