Setapak Langkah – 13 Mei 2026 | Direktur Risk Management PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), Grandhis Helmi Harumansyah, mengungkapkan bahwa total pembiayaan yang disalurkan oleh BSI pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai Rp328,54 triliun. Angka tersebut menandakan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan pembiayaan ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain pertumbuhan permintaan kredit sektor riil, kebijakan moneter yang mendukung, serta upaya BSI dalam memperluas jaringan cabang dan layanan digital. BSI menargetkan agar pertumbuhan pembiayaan dapat terus berada di atas 10% per tahun selama beberapa tahun ke depan.
| Periode | Pembiayaan (Triliun Rp) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Q1 2025 | 298,70 | — |
| Q1 2026 | 328,54 | +10,0% |
Berikut beberapa segmen pembiayaan yang memberikan kontribusi terbesar:
- Konstruksi dan Properti: Menyumbang sekitar 28% dari total pembiayaan, didorong oleh proyek infrastruktur nasional.
- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM): Menjadi fokus utama BSI dengan alokasi lebih dari Rp90 triliun.
- Industri Manufaktur: Mencapai pertumbuhan 12% YoY, didukung oleh permintaan domestik yang kuat.
Grandhis menekankan pentingnya menjaga kualitas kredit dengan menerapkan prinsip manajemen risiko yang ketat. “Kami terus memperkuat kebijakan penilaian kelayakan kredit serta meningkatkan monitoring portofolio untuk meminimalkan risiko kredit macet,” ujarnya.
Secara keseluruhan, pencapaian pembiayaan Rp328,54 triliun pada kuartal I 2026 mencerminkan kinerja solid BSI di tengah tantangan ekonomi makro. Bank berkomitmen untuk memperluas inklusi keuangan syariah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang berkelanjutan.