Setapak Langkah – 13 Mei 2026 | Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah (Barantin Sulteng) melaporkan peningkatan signifikan dalam permintaan sapi di provinsi tersebut selama tiga bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga daging sapi di pasar domestik serta peningkatan konsumsi selama periode perayaan dan libur panjang.
Data internal menunjukkan bahwa permintaan harian mencapai 150 ekor pada minggu pertama April 2024, naik sekitar 35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Untuk menanggapi situasi ini, Barantin Sulteng mengeluarkan kebijakan baru yang memperketat proses distribusi hewan ternak antar wilayah.
- Setiap pemasok harus mengajukan surat izin distribusi paling sedikit tiga hari sebelum pengiriman.
- Pemeriksaan kesehatan dan karantina dilakukan di titik masuk utama sebelum sapi dipindahkan ke pasar tujuan.
- Kuota harian untuk distribusi sapi dibatasi sesuai dengan kapasitas karantina dan permintaan pasar lokal.
Selain itu, Barantin Sulteng juga meningkatkan koordinasi dengan Dinas Peternakan setempat serta peternak untuk memastikan pasokan daging tetap stabil tanpa mengorbankan kesehatan hewan.
Para peternak menyambut baik kebijakan tersebut karena dapat meminimalkan risiko penyebaran penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dapat menurunkan produktivitas ternak. Namun, sebagian pedagang mengeluhkan prosedur yang lebih rumit dan potensi penurunan volume penjualan.
Pengamat pasar menilai bahwa kebijakan pengetatan distribusi dapat menstabilkan harga daging sapi dalam jangka menengah, asalkan permintaan tidak melebihi kapasitas produksi lokal secara drastis.