Setapak Langkah – 13 Mei 2026 | Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada sidang terbuka Senat yang diadakan di Auditorium Fakultas Kedokteran dan Kesehatan mengukuhkan dua profesor baru. Upacara tersebut tidak hanya menandai pencapaian akademik, tetapi juga menjadi forum penting untuk membahas dampak ketergantungan digital dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan.
Guru besar terpilih, Prof. Dr. Ahmad Faisal, S.Ked., Ph.D. (bidang Teknologi Informasi) dan Prof. Dr. Siti Nurhaliza, M.Kes., Ph.D. (bidang Kedokteran Digital), menyampaikan pandangan mereka tentang bagaimana era digital mengubah pola belajar, akses informasi, serta menantang integritas akademik. Kedua akademisi menekankan perlunya keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pengembangan kemampuan kritis mahasiswa.
Isu utama yang diangkat
- Ketergantungan berlebihan pada perangkat digital dapat mengurangi kemampuan berpikir analitis.
- AI berpotensi menggantikan tugas rutin, namun belum siap mengelola keputusan etis di bidang kesehatan.
- Kesenjangan akses teknologi antara wilayah perkotaan dan pedesaan memperlebar jurang edukasi.
- Perlunya regulasi internal universitas untuk memastikan penggunaan data pribadi secara bertanggung jawab.
Prof. Ahmad menambahkan, “Digitalisasi harus menjadi alat, bukan pengganti proses belajar yang mendalam.” Sementara Prof. Siti menegaskan pentingnya literasi AI, “Mahasiswa harus memahami cara kerja algoritma agar tidak menjadi korban bias otomatis.”
Rekomendasi yang disampaikan dalam sidang meliputi peningkatan kurikulum dengan modul etika AI, pelatihan bagi dosen tentang pedagogi digital, serta pembentukan pusat riset yang fokus pada implikasi sosial teknologi. UMJ berkomitmen untuk mengimplementasikan langkah‑langkah tersebut dalam dua tahun ke depan.