Setapak Langkah – 13 Mei 2026 | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan rencana ambisius untuk meluncurkan dua satelit buatan dalam negeri pada awal tahun 2027. Satelit pertama, yang diberi nama NEO-1 (National Experimental Orbit-1), akan berfungsi sebagai platform percobaan teknologi penginderaan jauh dan telekomunikasi. Satelit kedua, NEI (National Experimental Instrument), direncanakan menjadi satelit penelitian dengan muatan instrumen ilmiah untuk studi atmosfer dan iklim.
Peluncuran kedua satelit dijadwalkan bersamaan dengan acara APSAT 2026 yang akan diselenggarakan di Jakarta, menjadikannya ajang penting bagi industri antariksa nasional. BRIN bekerja sama dengan Asosiasi Satelit dan Sistem Informasi (ASSI) serta sejumlah lembaga akademik dan industri untuk mempercepat pengembangan satelit lokal.
- 2024‑2025: Penyelesaian desain konseptual, simulasi orbit, dan pengujian subsistem.
- 2026: Integrasi akhir di fasilitas produksi, uji lingkungan, dan persiapan peluncuran di lokasi APSAT.
- Awal 2027: Peluncuran NEO-1 dan NEI menggunakan roket peluncur komersial yang telah disetujui.
Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada satelit asing, memperkuat kemandirian teknologi, serta membuka peluang bagi perusahaan start‑up dan UMKM di sektor ruang angkasa. Selain manfaat ekonomi, satelit NEO-1 dan NEI akan menyediakan data berharga untuk pemetaan wilayah, pemantauan bencana, dan studi perubahan iklim.
BRIN menargetkan bahwa dalam lima tahun ke depan, Indonesia akan memiliki rangkaian satelit berkelanjutan yang diproduksi secara domestik, sekaligus meningkatkan kapasitas riset dan pengembangan di bidang aeronautika dan antariksa.