Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | Desainer asal Belgia, Benjamin Voortmans, menuduh tim Jisoo Blackpink mengabaikan kewajiban terkait pakaian yang dipinjamkannya untuk penampilan publik. Voortmans mengklaim bahwa pakaian yang disumbangkan kepada grup K‑pop tersebut belum dikembalikan sesuai kesepakatan, serta tidak ada komunikasi lanjutan dari manajemen.
Manajemen Blackpink, melalui pernyataan resmi, menyatakan bahwa mereka menghormati semua kerja sama dengan desainer luar negeri dan sedang menelusuri status pengembalian pakaian tersebut. Mereka menambahkan bahwa proses logistik internasional dapat mempengaruhi waktu pengiriman kembali, dan tidak ada niat untuk mengabaikan komitmen apa pun.
Kasus ini menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar dan pelaku industri mode mengenai pentingnya transparansi dalam kolaborasi antara artis K‑pop dan desainer internasional. Beberapa pihak berpendapat bahwa ketidakjelasan dapat merusak reputasi kedua belah pihak, sementara yang lain menilai bahwa situasi ini merupakan contoh tantangan logistik dalam industri hiburan global.
- Desainer: Benjamin Voortmans (Belgia)
- Kelompok yang dituduh: Tim Jisoo Blackpink
- Item yang dipinjam: Pakaian haute‑couture khusus acara fashion
- Jangka waktu pengembalian yang disepakati: 1 bulan
- Status saat ini: Belum ada konfirmasi resmi pengembalian
Jika kasus ini berlanjut, kemungkinan akan muncul perjanjian kontrak yang lebih ketat antara artis K‑pop dan desainer luar negeri untuk menghindari sengketa serupa di masa mendatang.