Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang digagas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenkes) menjadi titik balik dalam upaya meningkatkan standar pengelolaan fasilitas daycare di seluruh Indonesia. Inisiatif ini dirancang untuk menanggulangi permasalahan kualitas layanan, transparansi keuangan, serta keamanan anak pada lembaga penitipan anak formal maupun informal.
Tujuan utama Tamasya
- Menstandardisasi prosedur operasional daycare melalui pedoman nasional.
- Meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan pengasuh melalui pelatihan berkelanjutan.
- Memperkuat mekanisme pengawasan dengan audit rutin dan sistem pelaporan digital.
- Memberikan insentif bagi penyedia layanan yang memenuhi standar kualitas.
Langkah implementasi
- Pemetaan seluruh daycare yang beroperasi di wilayah masing-masing provinsi.
- Penyusunan modul pelatihan berbasis kompetensi inti, meliputi keamanan anak, manajemen keuangan, dan pengembangan kurikulum.
- Penerapan sistem registrasi online yang terintegrasi dengan data kependudukan.
- Pelaksanaan audit triwulanan oleh tim gabungan Kemenkes dan Dinas Sosial setempat.
- Pemberian sertifikat “Tamasya Certified” bagi daycare yang lulus audit dan memenuhi semua indikator.
Data target pencapaian tahun 2025
| Indikator | Target |
|---|---|
| Jumlah daycare terdaftar | 12.000 unit |
| Persentase daycare bersertifikat | 75% |
| Tenaga pengasuh yang tersertifikasi | 15.000 orang |
| Kasus pelanggaran keamanan | Kurang dari 2% total kasus |
Dengan struktur pengawasan yang lebih ketat dan dukungan pelatihan berbasis kompetensi, diharapkan kualitas layanan daycare dapat meningkat signifikan, sehingga orang tua merasa lebih percaya dan anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendidik. Pemerintah menilai bahwa keberhasilan Tamasya tidak hanya berdampak pada kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas tenaga kerja nasional karena orang tua dapat kembali fokus pada pekerjaan tanpa khawatir tentang keselamatan anak.
Pengawasan berkelanjutan, kolaborasi lintas sektoral, serta partisipasi aktif komunitas lokal menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Tamasya sebagai standar baru pengelolaan daycare di Indonesia.