Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok menggelar latihan bersama yang dinamakan Joint Exercise Business Continuity Management System (BCMS) untuk penanganan tumpahan minyak. Latihan ini merupakan simulasi terintegrasi pertama di Indonesia yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk otoritas pelabuhan, perusahaan pelayaran, lembaga pengawas lingkungan, serta tim SAR.
Tujuan utama latihan
- Menilai kesiapan operasional KSOP dalam menghadapi insiden tumpahan minyak.
- Menguji koordinasi lintas‑instansi dalam proses mitigasi dan pemulihan.
- Mengidentifikasi celah prosedural dan teknis untuk perbaikan berkelanjutan.
- Memastikan kelangsungan bisnis pelabuhan tetap terjaga meski terjadi bencana lingkungan.
Rangkaian kegiatan
| Waktu | Kegiatan | Penanggung Jawab |
|---|---|---|
| 08.00–09.00 | Pembukaan dan pengarahan | Direktur KSOP |
| 09.00–12.00 | Simulasi tumpahan minyak di area dermaga | Tim SAR & Perusahaan Pelayaran |
| 12.00–13.00 | Istirahat dan evaluasi awal | Semua peserta |
| 13.00–15.00 | Penanggulangan darurat dan pemulihan | Lembaga Pengawas Lingkungan |
| 15.00–16.00 | Diskusi hasil dan rekomendasi | Panitia Pelaksana |
Hasil sementara menunjukkan adanya peningkatan kecepatan respons dan pengurangan risiko pencemaran laut. Pemerintah daerah dan Kementerian Perhubungan diharapkan dapat mengadopsi temuan ini sebagai standar operasional prosedur nasional untuk penanganan tumpahan minyak di pelabuhan-pelabuhan strategis.