Setapak Langkah – 12 Mei 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target ambisius untuk memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia. Hingga akhir 2023, jumlah SPKLU yang beroperasi hanya mencapai 4.892 unit, jauh di bawah sasaran pemerintah untuk 2030.
Target pemerintah adalah menambah jumlah SPKLU menjadi 62.000 unit pada tahun 2030, yang setara dengan peningkatan hampir 13 kali lipat dalam kurun waktu tujuh tahun. Peningkatan ini diharapkan dapat mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik (KTL) serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
| Tahun | Jumlah SPKLU |
|---|---|
| 2023 | 4.892 |
| 2030 (target) | 62.000 |
Untuk mencapai target tersebut, ESDM merencanakan serangkaian langkah strategis, antara lain:
- Peningkatan investasi publik dan swasta dalam pembangunan infrastruktur pengisian.
- Penyederhanaan perizinan bagi penyedia layanan pengisian.
- Kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk penempatan SPKLU di lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, area parkir publik, dan jalan tol.
- Insentif fiskal bagi produsen dan pengguna kendaraan listrik.
- Pengembangan standar teknis dan keamanan yang selaras dengan standar internasional.
Jika target tercapai, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan jaringan pengisian kendaraan listrik terluas di Asia Tenggara, memperkuat posisi nasional dalam transisi energi bersih.