Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Kondisi cuaca di dua kota suci, Mekkah dan Madinah, terus dipenuhi suhu yang sangat tinggi, memicu risiko kesehatan terutama bagi para jemaah haji.
Faktor utama yang menyebabkan peningkatan kasus adalah suhu harian yang melampaui 45°C, dipadukan dengan kelembaban tinggi serta intensitas aktivitas ibadah yang membuat banyak jamaah terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama.
Berikut beberapa langkah yang telah diambil oleh otoritas setempat untuk menanggulangi situasi:
- Pemasangan tenda berpendingin di area-area strategis, seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
- Penyediaan air mineral gratis di titik-titik berkumpul.
- Penerapan jadwal ibadah yang fleksibel, termasuk penundaan sebagian shalat pada jam terik.
- Tim medis khusus yang siap siaga 24 jam di setiap rumah sakit rujukan.
- Penyuluhan intensif kepada jemaah mengenai pentingnya hidrasi dan penggunaan pelindung kepala.
Para jemaah yang mengalami gejala seperti pusing, kelelahan, atau dehidrasi disarankan segera mencari pertolongan medis dan menghindari paparan sinar matahari langsung selama jam puncak.
Kementerian Haji menegaskan bahwa semua upaya sedang dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah, serta memantau perkembangan suhu secara real time.