Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tentang potensi gelombang tinggi yang dapat terjadi di perairan Indonesia hingga tanggal 13 Mei 2026. Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan analisis data satelit, buoy, serta model prediksi gelombang laut yang menunjukkan peningkatan signifikan pada beberapa wilayah strategis.
Wilayah-wilayah yang diperkirakan akan mengalami gelombang tinggi meliputi:
- Selat Sunda
- Selat Lombok
- Laut Jawa
- Laut Banda
- Laut Arafura
Berikut perkiraan ketinggian gelombang maksimum di masing‑masing zona selama periode peringatan:
| Wilayah | Ketinggian Gelombang (m) | Rentang Waktu |
|---|---|---|
| Selat Sunda | 3,5 – 4,2 | 8‑13 Mei 2026 |
| Selat Lombok | 3,0 – 3,8 | 9‑13 Mei 2026 |
| Laut Jawa | 2,8 – 3,5 | 10‑13 Mei 2026 |
| Laut Banda | 3,2 – 4,0 | 11‑13 Mei 2026 |
| Laut Arafura | 3,1 – 3,9 | 12‑13 Mei 2026 |
BMKG menekankan bahwa gelombang tinggi dapat menimbulkan risiko bagi kapal laut, kegiatan perikanan, serta wisata bahari. Untuk meminimalisir potensi kerugian, masyarakat dan pelaku usaha di sektor maritim diimbau untuk:
- Mengawasi informasi cuaca laut secara berkala melalui media resmi BMKG.
- Menghindari penyeberangan atau aktivitas di perairan yang terindikasi berbahaya selama jam operasional puncak gelombang.
- Menggunakan peralatan keselamatan yang memadai, termasuk jaket pelampung dan perangkat komunikasi.
- Jika berada di perairan, menyiapkan rencana darurat dan mengikuti arahan otoritas pelabuhan.
Peringatan ini akan terus diperbarui oleh BMKG hingga kondisi kembali normal. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi demi keamanan diri dan lingkungan laut.