Setapak Langkah – 10 Mei 2026 | Jakarta – Dua warga negara Singapura yang berada di atas kapal pesiar MV Hondius dinyatakan bebas dari hantavirus setelah menjalani serangkaian tes laboratorium. Kedua penumpang tersebut merupakan bagian dari ratusan penumpang yang sempat dikhawatirkan terpapar virus setelah kapal dilaporkan mengalami kasus infeksi.
MV Hondius, sebuah kapal wisata yang berlayar di perairan Indonesia, pada akhir pekan lalu menjadi sorotan publik ketika beberapa penumpang melaporkan gejala demam tinggi, nyeri otot, dan gangguan pernapasan. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya kemungkinan hantavirus, virus yang biasanya ditularkan melalui droplet air liur atau kotoran tikus.
Setelah otoritas kesehatan Indonesia, termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) dan Badan Karantina, melakukan penyelidikan, seluruh penumpang diwajibkan menjalani tes darah dan swab. Dari total 200 penumpang, dua orang warga Singapura mendapatkan hasil negatif, yang kemudian diumumkan secara resmi pada hari Senin.
- Pengujian dilakukan di laboratorium terakreditasi dengan prosedur PCR.
- Penumpang yang positif langsung dipindahkan ke fasilitas isolasi khusus.
- Penumpang negatif tetap dipantau selama 14 hari dengan pemeriksaan suhu harian.
Pihak berwenang menekankan bahwa meskipun dua warga tersebut dinyatakan negatif, situasi tetap dipantau secara ketat. Menteri Kesehatan menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani potensi penyebaran hantavirus dan memastikan standar keamanan bagi wisatawan.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan industri pariwisata, terutama operator kapal pesiar yang mengandalkan rute regional. Namun, otoritas berjanji akan memperkuat prosedur kesehatan, termasuk pemeriksaan pra-boarding dan peningkatan sanitasi di pelabuhan.