Setapak Langkah – 10 Mei 2026 | Sejumlah hari setelah kecelakaan tragis yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, dua penumpang yang selamat kini menjalani operasi debridement kedua. Kedua pasien, yang sempat mengalami luka bakar berat serta luka jaringan lunak akibat benturan, berada di rumah sakit Daerah Musi Rawas Utara untuk perawatan lanjutan.
Operasi debridement dilakukan untuk membersihkan jaringan yang mengalami nekrosis atau mati, sehingga meminimalisir risiko infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Dokter bedah ortopedi, dr. Ahmad Faisal, menjelaskan bahwa prosedur pertama telah membantu mengangkat sebagian jaringan yang rusak, namun masih terdapat area yang memerlukan pembersihan lebih lanjut.
- Identitas korban: Kedua korban berusia antara 25-38 tahun, masing-masing merupakan penumpang tetap bus ALS.
- Luka utama: Luka bakar derajat dua pada bagian lengan kanan dan luka sayatan pada kaki kiri akibat pecahan kaca.
- Tahapan perawatan: Operasi debridement pertama pada 2 September 2024, diikuti evaluasi medis harian, dan operasi kedua dijadwalkan pada 9 September 2024.
Setelah operasi kedua, dr. Ahmad menegaskan bahwa kondisi kedua korban kini stabil dan mereka dipantau secara intensif di ruang perawatan khusus. “Kami berharap dengan pembersihan jaringan yang optimal, proses penyembuhan akan berjalan lebih cepat dan komplikasi dapat diminimalisir,” ungkapnya.
Selain perawatan medis, pihak rumah sakit juga memberikan dukungan psikologis kepada korban dan keluarga. Tim medis menekankan pentingnya rehabilitasi pasca operasi untuk mengembalikan fungsi mobilitas secara bertahap.
Kecelakaan yang terjadi pada 30 Agustus 2024 menewaskan tiga penumpang dan melukai beberapa lainnya. Pemeriksaan awal mengindikasikan faktor utama kecelakaan adalah kegagalan rem truk tangki yang menabrak bagian belakang bus ALS saat melaju di Jalan Nasional 3.
Pihak kepolisian setempat masih melanjutkan penyelidikan untuk menentukan penyebab teknis serta tanggung jawab hukum pihak terkait. Sementara itu, masyarakat setempat menunggu kejelasan mengenai langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.