Setapak Langkah – 09 Mei 2026 | Pantai Tanjung Pasir di Banten dan Pulau Damar di Lampung dilaporkan telah dipenuhi dengan sampah plastik, menandai krisis pencemaran laut yang semakin mengkhawatirkan.
Pengamatan lapangan menunjukkan tumpukan botol PET, kantong plastik, dan mikroplastik tersebar di garis pantai, zona pasang‑surut, serta perairan sekitar pulau. Kondisi ini tidak hanya mengganggu keindahan alam, tetapi juga mengancam ekosistem laut dan mata pencaharian warga setempat.
Riset yang dilakukan oleh AXA Climate menyoroti bagaimana akumulasi sampah plastik berinteraksi dengan perubahan iklim, memperparah risiko banjir, erosi pantai, dan degradasi terumbu karang. Penelitian tersebut mencatat tiga dampak utama bagi masyarakat pesisir:
- Peningkatan intensitas banjir akibat penyumbatan saluran air alami.
- Penurunan produktivitas perikanan karena kontaminasi habitat ikan.
- Kerugian ekonomi dari turisme yang menurun akibat penurunan kualitas pantai.
Berikut ringkasan data yang diungkap dalam laporan AXA:
| Lokasi | Jenis Sampah Dominan | Estimasi Volume (ton) |
|---|---|---|
| Pantai Tanjung Pasir | Kantong plastik, botol PET | 1,2 |
| Pulau Damar | Jaring ikan bekas, mikroplastik | 0,8 |
Peneliti menekankan perlunya strategi mitigasi terintegrasi, termasuk peningkatan sistem pengelolaan sampah, kampanye edukasi masyarakat, serta kebijakan pemerintah yang mendukung penggunaan bahan alternatif ramah lingkungan.
Upaya bersama antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lokal diharapkan dapat mengurangi beban plastik sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap perubahan iklim.