Setapak Langkah – 09 Mei 2026 | Festival Calung Renteng dan Sawala Budaya yang digelar di Lapang, Kabupaten X, memperlihatkan antusiasme tinggi dari kalangan mahasiswa. Sebanyak lima ratus mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi daerah tersebut berpartisipasi aktif dalam pertunjukan musik tradisional calung renteng.
Acara ini tidak hanya menampilkan penampilan musik, tetapi juga menjadi forum diskusi mengenai pentingnya menjaga warisan budaya lokal. Mahasiswa berperan sebagai pemain, penata musik, hingga fasilitator sesi diskusi, sehingga tercipta sinergi antara generasi muda dan pelestari budaya.
- Jumlah peserta: 500 orang mahasiswa
- Instrumen utama: Calung renteng, bambu tradisional yang dipukul secara bersamaan
- Waktu pelaksanaan: 12‑15 Mei 2024
- Lokasi: Lapang, Kabupaten X
Para mahasiswa menyatakan bahwa keterlibatan mereka bertujuan memperkenalkan musik tradisional kepada generasi digital, sekaligus menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap identitas daerah. Salah satu peserta, Anisa Rahma, mengungkapkan, “Melalui calung renteng, kami dapat mengekspresikan kecintaan pada budaya kami sekaligus mengajak teman‑teman lain untuk menghargainya.”
Selain pertunjukan, festival juga menyajikan lokakarya pembuatan calung, lomba kreatifitas, serta sesi tanya‑jawab dengan pakar budaya. Aktivitas ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nilai historis instrumen tersebut dan mendorong generasi muda untuk melestarikannya.
Keberhasilan festival ini menjadi contoh konkret bagaimana institusi pendidikan dapat berkontribusi pada pelestarian budaya. Dengan dukungan pemerintah daerah dan komunitas lokal, diharapkan kegiatan serupa akan terus berkembang, menjadikan kebudayaan tradisional sebagai aset ekonomi kreatif yang berkelanjutan.