Setapak Langkah – 09 Mei 2026 | Laporan terbaru menunjukkan harga telur di Kabupaten Magetan turun tajam dalam beberapa minggu terakhir, memicu kekhawatiran peternak dan konsumen.
Data pasar tradisional mencatat harga telur ayam ras menurun dari Rp20.000 per kilogram pada awal Mei menjadi sekitar Rp13.000 per kilogram pada akhir Mei, penurunan hampir 35%.
| Tanggal | Harga (Rp/kg) |
|---|---|
| 1 Mei 2024 | 20.000 |
| 15 Mei 2024 | 16.500 |
| 31 Mei 2024 | 13.000 |
Penurunan harga disebabkan oleh surplus produksi dari peternakan lokal serta peningkatan pasokan dari daerah tetangga.
Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi dengan meminta Satuan Pengelolaan Perdagangan Gizi (SPPG) Jawa Timur menambah alokasi telur dalam program Masyarakat Berdaya Gizi (MBG). Langkah ini bertujuan menyerap kelebihan stok, mendukung peternak, dan meningkatkan asupan protein masyarakat.
Program MBG biasanya menyediakan bahan makanan pokok seperti beras, minyak, dan gula; penambahan telur akan memperkaya nilai gizi paket bantuan.
BGN berharap penambahan ini dapat menstabilkan harga pasar, mengurangi kerugian peternak, serta memastikan ketersediaan protein hewani bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Implementasi direncanakan mulai awal Juni, dengan target distribusi 200.000 butir telur per minggu di wilayah Magetan dan sekitarnya.
Pemerintah daerah menyambut baik inisiatif ini dan berjanji akan memonitor harga serta menyiapkan mekanisme penyaluran yang transparan.