Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi yang baru-baru ini diinisiasi pemerintah menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional. Menurut Ilhamsyah, proses hilirisasi—yang mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah—tidak hanya meningkatkan daya saing industri dalam negeri, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia.
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini harus diiringi dengan dukungan infrastruktur, akses pembiayaan, serta pelatihan keterampilan bagi pekerja agar proses transformasi nilai tambah dapat berjalan efektif. Tanpa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat buruh, potensi maksimal dari hilirisasi dapat terhambat.
Ilhamsyah juga mengingatkan pentingnya regulasi yang adil, yang melindungi hak-hak pekerja sekaligus memberi insentif bagi investor untuk menanamkan modal pada sektor hilir. Dengan demikian, diharapkan tercipta rantai nilai yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan nasional, dan menurunkan tingkat pengangguran.
Berbagai pihak, termasuk pengamat ekonomi, menyambut baik pernyataan KPBI dan menilai bahwa kebijakan hilirisasi dapat menjadi katalisator bagi diversifikasi ekonomi, khususnya di tengah tantangan globalisasi dan fluktuasi harga komoditas.