Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir sesi perdagangan hari ini dengan penurunan sebesar 2,86 persen, mencerminkan tekanan luas pada sektor pertambangan yang menjadi penyebab utama melemahnya pasar.
Penurunan ini sejalan dengan koreksi yang terjadi di bursa-bursa utama dunia, dipicu oleh sentimen eksternal yang negatif serta kekhawatiran atas penurunan harga komoditas. Saham-saham perusahaan tambang di Indonesia, termasuk Bumi Resources (BUMI), Bukit Asam (PTBA), dan Aneka Tambang (ANTM), mengalami penurunan tajam, masing‑masing turun lebih dari 5 persen.
| Emiten | Penurunan |
|---|---|
| BUMI | -6,2% |
| PTBA | -5,8% |
| ANTM | -5,4% |
Berbagai faktor yang memicu penurunan saham tambang antara lain:
- Penurunan harga komoditas global seperti batu bara, nikel, dan tembaga.
- Kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara‑negara konsumen utama, termasuk China dan Amerika Serikat.
- Penguatan dolar AS yang meningkatkan biaya pembiayaan bagi perusahaan tambang.
- Kebijakan fiskal dan regulasi lingkungan yang semakin ketat di tingkat domestik.
Akibat tekanan ini, indeks sektoral pertambangan tercatat turun lebih dari 4 persen, menurunkan kontribusi sektor tersebut terhadap pergerakan IHSG. Analis pasar memperkirakan bahwa pergerakan ini dapat berlanjut selama harga komoditas tetap berada pada level rendah dan sentimen global tidak membaik.
Investor disarankan untuk memperhatikan diversifikasi portofolio serta meninjau kembali eksposur pada saham‑saham pertambangan, sambil menunggu tanda‑tanda pemulihan harga komoditas atau kebijakan stimulus yang dapat menstabilkan pasar.