Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya memperkuat jaringan listrik antarnegara di kawasan ASEAN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan transisi energi bersih. Dalam pertemuan dengan para menteri energi ASEAN, Bahlil menyoroti bahwa integrasi sistem kelistrikan regional dapat menurunkan biaya produksi listrik, meningkatkan keamanan pasokan, dan mempercepat adopsi sumber energi terbarukan.
| Tahun | Permintaan Listrik ASEAN (TWh) | Pertumbuhan Tahunan (%) |
|---|---|---|
| 2022 | 1.350 | 5,3 |
| 2023 | 1.423 | 5,4 |
| 2024 | 1.502 | 5,5 |
| 2025 | 1.586 | 5,6 |
Untuk mewujudkan jaringan lintas‑batas, Bahlil mengusulkan lima langkah strategis:
- Pengembangan standar teknis dan regulasi yang selaras di seluruh negara anggota ASEAN.
- Peningkatan investasi bersama melalui dana regional, termasuk peran lembaga keuangan multilateral.
- Implementasi proyek percontohan interkoneksi di jalur Indonesia‑Filipina dan Thailand‑Myanmar.
- Penguatan kapasitas institusional melalui pelatihan teknis dan pertukaran best practice.
- Fasilitasi integrasi sumber energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan angin, ke dalam jaringan bersama.
Bahlil menutup pertemuan dengan menekankan komitmen Indonesia untuk menjadi motor pertumbuhan energi di ASEAN, sekaligus mengundang negara‑negara sahabat untuk berkolaborasi dalam mewujudkan jaringan listrik yang lebih handal, terjangkau, dan berkelanjutan.