Setapak Langkah – 07 Mei 2026 | Laporan terbaru International Energy Agency (IEA) mengungkap bahwa Indonesia menempati posisi kedua sebagai penyumbang emisi metana fosil terbesar di kawasan Asia Tenggara, berada di belakang Thailand. Data ini menyoroti peningkatan signifikan emisi metana yang berasal terutama dari sektor batu bara, minyak, dan gas alam.
Metana merupakan gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global sekitar 28 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida dalam jangka waktu 100 tahun. Peningkatan emisi metana dapat mempercepat perubahan iklim jika tidak ditangani secara efektif.
Berikut ini rangkuman data emisi metana menurut IEA (dalam satuan juta ton CO₂e):
| Negara | Emisi Metana (Mt CO₂e) |
|---|---|
| Thailand | 12.4 |
| Indonesia | 11.8 |
| Vietnam | 7.1 |
| Filipina | 5.9 |
Mayoritas emisi Indonesia berasal dari kebocoran pada jaringan pipa gas, proses produksi minyak dan gas, serta pembakaran tidak efisien pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara. Praktik pengelolaan limbah pertanian dan peternakan juga menambah kontribusi metana, meski tidak termasuk dalam kategori fosil.
Pemerintah Indonesia telah merumuskan sejumlah kebijakan untuk menurunkan emisi metana, antara lain memperkuat regulasi inspeksi pipa gas, menerapkan teknologi deteksi kebocoran berbasis sensor, serta meningkatkan efisiensi pembangkit listrik. Namun, pelaksanaan masih menghadapi tantangan berupa biaya investasi, kurangnya kapasitas teknis, dan koordinasi lintas sektor.
Para pakar energi menyarankan langkah-langkah tambahan, seperti memperluas penggunaan energi terbarukan, mengoptimalkan proses pemrosesan gas dengan teknologi capture‑and‑utilize, serta meningkatkan transparansi data emisi melalui sistem pelaporan nasional yang terintegrasi.
Dengan menurunkan emisi metana, Indonesia tidak hanya berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim global, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas udara, mengurangi kerugian ekonomi akibat kebocoran gas, dan memperkuat posisi negara sebagai pemain penting dalam transisi energi bersih.