Setapak Langkah – 07 Mei 2026 | Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan awal Mei 2026, total gabah yang diserap dari petani telah mencapai 2,4 juta ton, setara dengan 2,4 juta ton beras siap distribusi.
Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana penyerapan gabah berada pada level 1,8 juta ton. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan serta upaya Bulog dalam memperluas jaringan pembelian dari petani kecil.
| Parameter | Volume |
|---|---|
| Gabah terserap (Mei 2026) | 2,4 juta ton |
| Setara beras | 2,4 juta ton |
| Penyerapan tahun sebelumnya | 1,8 juta ton |
Bulog menargetkan agar total serapan gabah dapat melampaui 3 juta ton pada akhir tahun 2026, sejalan dengan rencana pemerintah untuk menstabilkan harga beras dan mengurangi impor. Untuk mencapai target tersebut, Bulog akan meningkatkan mekanisme pembayaran yang lebih cepat, memperluas kerjasama dengan koperasi, serta mengoptimalkan logistik distribusi.
- Strategi pembayaran cepat: Penggunaan sistem digital untuk transfer dana kepada petani dalam waktu 3 hari kerja setelah penyerahan gabah.
- Kerjasama koperasi: Memperluas jaringan pembelian melalui koperasi pertanian yang sudah memiliki data petani terdaftar.
- Optimalisasi logistik: Penggunaan gudang regional yang terintegrasi dengan sistem manajemen persediaan otomatis.
Dengan peningkatan serapan gabah, Bulog diharapkan dapat menurunkan tekanan pada pasar beras domestik, sehingga harga beras tetap terjaga dalam kisaran yang terjangkau bagi konsumen. Selain itu, peningkatan volume gabah yang masuk ke Bulog juga memperkuat cadangan beras nasional, sebuah indikator penting dalam menilai ketahanan pangan Indonesia.