Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Malang kembali memperkuat peranannya dalam mengintegrasikan budaya lokal dengan inovasi pembayaran digital melalui penyelenggaraan Qrisma Fest 2026 Vol 1. Acara yang digelar pada awal tahun ini menampilkan kolaborasi antara aparat pemerintahan, pelaku usaha UMKM, komunitas seni, serta masyarakat umum.
Qrisma Fest bertujuan menjadi jembatan antara tradisi kearifan lokal—seperti batik, kuliner khas, dan musik tradisional—dengan ekosistem transaksi berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Selama tiga hari, ribuan pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni sekaligus bertransaksi secara non‑tunai menggunakan QRIS pada stand‑stand yang disediakan.
Berikut rangkaian utama acara:
- Workshop Digitalisasi UMKM: Pelatihan singkat tentang cara mengaktifkan QRIS, mengelola toko online, dan memanfaatkan data transaksi untuk strategi pemasaran.
- Pameran Produk Lokal: Lebih dari 150 pedagang menampilkan barang kerajinan, makanan tradisional, dan pakaian batik, semuanya dapat dibeli melalui QR code.
- Kontes Inovasi Fintech: Mahasiswa dan startup fintech bersaing mengembangkan solusi pembayaran yang ramah budaya.
- Penampilan Seni Budaya: Tarian tradisional, gamelan, dan pertunjukan wayang kulit yang mengangkat cerita-cerita daerah Malang.
Seluruh transaksi selama festival tercatat mencapai lebih dari Rp 15 miliar, menunjukkan antusiasme masyarakat dalam beralih ke pembayaran digital. Data ini juga memberikan insight bagi BI Malang untuk merancang kebijakan inklusi keuangan yang lebih tepat sasaran.
Direktur Perwakilan BI Malang, Dr. Hadi Susanto, menegaskan bahwa Qrisma Fest bukan sekadar event hiburan, melainkan upaya strategis untuk menumbuhkan literasi keuangan dan memperluas jaringan QRIS di tingkat daerah. Ia menambahkan bahwa edisi selanjutnya akan menambah fokus pada sektor pariwisata dan edukasi keuangan untuk generasi muda.