Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Cinema XXI mencatatkan kerugian sebesar Rp 8,15 miliar pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 88,25% dibandingkan dengan kerugian yang dilaporkan pada kuartal yang sama tahun 2025.
Penurunan tersebut mencerminkan perbaikan kondisi pasar bioskop setelah masa sulit yang dipicu oleh pandemi COVID-19 serta persaingan ketat dengan layanan streaming digital. Menurut data internal, rata-rata kunjungan penonton per hari meningkat, namun tingkat okupansi masih di bawah kapasitas maksimal.
| Kuartal | Kerugian (Rp miliar) | Perubahan YoY |
|---|---|---|
| I 2025 | 66,56 | – |
| I 2026 | 8,15 | -88,25% |
Beberapa faktor yang memengaruhi perbaikan tersebut antara lain:
- Peningkatan kembali program promosi tiket diskon yang menarik segmen keluarga.
- Pembukaan kembali film-film blockbuster yang menambah daya tarik penonton.
- Penyesuaian harga tiket yang lebih fleksibel sesuai daya beli konsumen.
Meski demikian, Cinema XXI masih harus menghadapi tantangan berupa penurunan pendapatan dari penjualan makanan dan minuman di dalam gedung, serta biaya operasional yang tinggi. Analisis para pakar industri mengindikasikan bahwa pemulihan penuh kemungkinan baru akan terjadi bila perilaku konsumen kembali stabil dan persaingan dengan platform streaming dapat dikelola secara strategis.
Ke depan, manajemen berencana memperluas jaringan digital, mengintegrasikan layanan pemesanan tiket dengan aplikasi e‑wallet, serta meningkatkan pengalaman menonton melalui teknologi layar lebar dan suara imersif. Langkah‑langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Cinema XXI dalam lanskap hiburan yang semakin kompetitif.