Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa imunisasi lengkap pada anak tidak menjamin kebal total terhadap infeksi, namun secara signifikan dapat meredam keparahan gejala yang muncul. Pernyataan ini disampaikan menjelang musim penyakit menular yang biasanya memuncak pada akhir tahun.
- Penurunan intensitas demam hingga 50% dibandingkan anak yang belum divaksin.
- Risiko komplikasi berat, seperti pneumonia atau gagal napas, berkurang secara signifikan.
- Durasi gejala yang lebih singkat, biasanya tidak lebih dari tiga hari.
Meski demikian, IDAI mengingatkan bahwa kasus breakthrough infection tetap mungkin terjadi, terutama bila varian virus baru muncul atau bila anak memiliki kondisi medis tertentu yang menurunkan respons imun.
Para dokter anak menekankan pentingnya menjaga jadwal imunisasi tepat waktu, serta melengkapi upaya tersebut dengan pola hidup sehat—seperti nutrisi seimbang, istirahat cukup, dan kebersihan lingkungan. “Vaksinasi bukan satu-satunya faktor, melainkan bagian integral dari strategi perlindungan anak secara menyeluruh,” ujar Dr. Siti Nurhaliza, anggota komite IDAI.
Untuk memastikan efektivitas vaksin, IDAI juga merekomendasikan pemeriksaan kesehatan rutin setiap enam bulan, sehingga potensi penurunan imunitas dapat terdeteksi dini dan ditangani dengan tepat.