Setapak Langkah – 05 Mei 2026 | Bank Indonesia melaporkan bahwa indeks harga konsumen (IHK) pada April 2026 mencatat penurunan menjadi 2,42 %, menandakan laju inflasi yang kembali melunak setelah sebelumnya berada di level 3,00 % pada bulan Maret. Penurunan ini berada dalam rentang target inflasi 2‑4 % yang telah ditetapkan oleh otoritas moneter.
Penurunan tersebut tidak lepas dari serangkaian kebijakan dan sinergi antara Bank Indonesia dengan pemerintah serta sektor swasta. Beberapa faktor utama yang disorot antara lain:
- Kebijakan suku bunga yang konsisten menjaga biaya pinjaman tetap terkendali.
- Stabilisasi nilai tukar Rupiah mengurangi tekanan impor.
- Penurunan harga minyak dunia yang berdampak pada harga energi domestik.
- Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam mengendalikan permintaan agregat.
- Peningkatan efisiensi rantai pasok pangan melalui program sinergi pemerintah dan pelaku usaha.
Berikut rangkuman data inflasi beberapa bulan terakhir:
| Bulan | Inflasi IHK |
|---|---|
| Maret 2026 | 3,00 % |
| April 2026 | 2,42 % |
Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan harga konsumen dan siap menyesuaikan kebijakan bila diperlukan, guna menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.