Setapak Langkah – 05 Mei 2026 | Program Lestari Kota yang diluncurkan pada awal tahun ini berfokus pada pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Inisiatif ini mengadopsi pendekatan partisipatif, di mana warga tidak hanya menerima materi teori, melainkan langsung terlibat dalam seluruh siklus budidaya mulai dari penanaman benih, perawatan, hingga panen.
- Pendidikan & pelatihan: Workshop intensif selama empat minggu mencakup teknik hidroponik, vertikultur, dan penggunaan kompos organik.
- Fasilitas: Setiap kelompok mendapat paket starter kit berisi bibit, media tanam, dan alat pengontrol kelembaban.
- Monitoring: Tim ahli pertanian kota melakukan kunjungan rutin untuk memberikan bimbingan teknis dan mencatat produktivitas.
- Pasar lokal: Hasil panen dijual di pasar komunitas atau disumbangkan ke kantin sekolah, memperkuat alur distribusi pangan dalam kota.
Selain manfaat ekonomi, program Lestari Kota juga berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan hidup. Tanaman hijau di area publik dan atap gedung membantu menyerap polusi, menurunkan suhu udara, serta menyediakan ruang edukasi bagi generasi muda.
Keberlanjutan program dijamin melalui pendanaan bersama antara pemerintah kota, sponsor swasta, dan kontribusi peserta yang bersedia menginvestasikan sebagian hasil penjualan kembali ke kegiatan selanjutnya.
Dengan menumbuhkan budaya pertanian di tengah perkotaan, Program Lestari Kota menyiapkan fondasi sistem pangan yang lebih resilient, ramah lingkungan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.