Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | Balapan Moto3 di Circuit of the Americas (COTA), Austin, pada 30 Maret 2026, berakhir dengan drama yang tak terduga. Dua pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama dan Zen Mitani, tidak berhasil menembus garis finish setelah serangkaian insiden yang menimpa mereka dalam fase akhir lomba. Kegagalan mereka menambah beban pada tim Honda yang masih menantikan kemenangan pertama sejak kehadiran pembalap asal Indonesia pada ajang Grand Prix.
Veda Ega Pratama memulai balapan dari posisi start keempat, setelah menorehkan performa solid pada sesi kualifikasi. Ia sempat turun ke posisi kedelapan pada lap awal, namun menunjukkan kemampuan balap yang tangguh dengan berangsur‑angsur kembali menembus barisan depan. Pada lap keempat, Veda mencatatkan waktu lap tercepat, menandakan potensinya untuk bersaing di puncak klasemen.
Insiden di Lap Terakhir
Ketegangan memuncak ketika balapan memasuki sepuluh putaran terakhir. Veda berada di urutan keenam ketika ia mengalami high‑side di sektor dua, tepat setelah keluar dari tikungan 11. Kendali motor terlepas, menyebabkan motor meluncur ke luar lintasan dan menabrak pembalap lain, Joel Esteban (LevelUp – MTA), yang berada tepat di belakangnya. Kecelakaan ini mengakibatkan Veda tidak dapat menyelesaikan balapan (DNF). Di sisi lain, rekan setimnya, Zen Mitani, mengalami kecelakaan pada lap terakhir saat berjuang di posisi sepuluh, menambah catatan tidak ada satu pun pembalap Honda yang berhasil finis.
Reaksi Manajer dan Dampak pada Tim
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyampaikan kekecewaan mendalam dalam sebuah pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa kedua pembalap memiliki potensi besar untuk meraih poin penting pada seri ketiga musim ini. “Kedua pembalap sebenarnya memiliki peluang untuk menyentuh podium hari ini,” ujar Aoyama, menambahkan bahwa kesalahan kecil Veda dalam mengendalikan motor menjadi penyebab utama kegagalan mereka.
Aoyama juga menyoroti bahwa Veda sebelumnya telah memperlihatkan kecepatan yang cukup untuk menantang pembalap top, terutama setelah mencatatkan lap tercepat pada lap keempat. Namun, slip ban pada sektor dua mengubah arah nasibnya. “Jika Veda dapat menjaga konsistensi dan mengurangi kesalahan kecil, kemenangan di seri berikutnya bukanlah hal yang mustahil,” tegasnya.
Kemenangan Pertama Honda oleh Pembalap Indonesia
Walaupun Moto3 Amerika 2026 tidak menghasilkan kemenangan bagi Honda, catatan positif tetap muncul dari ajang Grand Prix lain di musim ini. Pada seri sebelumnya di Brasil, pembalap Indonesia berhasil mengamankan podium, menandai kemenangan pertama Honda melalui perwakilan Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi harapan baru bagi tim dalam memperbaiki strategi dan memaksimalkan performa pembalap muda di sirkuit-sirkuit berikutnya.
Keberhasilan di Brasil sekaligus menunjukkan bahwa Honda memiliki talenta yang mampu bersaing dengan pabrikan besar lainnya. Dengan dukungan teknis yang terus ditingkatkan, harapan tim kini terfokus pada peningkatan konsistensi Veda dan Zen serta mengoptimalkan setup motor untuk menghindari slip yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Hasil Balapan dan Poin Klasemen
Balapan ditutup dengan kemenangan Guido Pini (Leopard Racing) yang menyelesaikan lomba dalam waktu 31 menit 20,489 detik. Maximo Quiles (CFMOTO Valresa Aspar Team) meraih posisi kedua dengan selisih tipis 0,056 detik, sementara Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) mengukir podium ketiga. Valentin Perrone dan Adrian Fernandez melengkapi lima besar. Karena tidak ada pembalap Honda yang finis, tim kehilangan peluang poin penting, yang dapat memengaruhi posisi mereka dalam klasemen tim musim ini.
Secara individu, Veda tetap mencatatkan lap tercepat, sebuah indikator bahwa kecepatan motor dan kemampuan mengatur ritme balapan berada pada level yang kompetitif. Namun, konsistensi dan pengendalian risiko menjadi tantangan utama yang harus diatasi.
Dengan agenda balapan selanjutnya di sirkuit Asia, tim Honda bertekad memperbaiki strategi pit stop, pemilihan ban, dan latihan mental pembalap untuk mengurangi kemungkinan terjadinya high‑side serupa. Harapan besar tetap berada pada Veda Ega Pratama, yang diyakini mampu mengubah kegagalan menjadi kemenangan bila diberikan kesempatan yang tepat.
Kesimpulannya, kekacauan pada lap terakhir Moto3 Amerika 2026 menegaskan betapa tipisnya batas antara keberhasilan dan kegagalan dalam balapan motor tingkat dunia. Honda Team Asia harus belajar dari insiden ini, mengoptimalkan performa Veda dan Zen, serta memanfaatkan momentum kemenangan pertama yang diraih oleh pembalap Indonesia di Grand Prix sebelumnya untuk menorehkan hasil lebih baik di seri berikutnya.