Setapak Langkah – 30 Maret 2026 | Sejarah pembentukan BIGBANG, grup legendaris YG Entertainment, selalu menjadi topik perbincangan di kalangan penggemar K‑pop. Sebelum formasi resmi yang beranggotakan G‑Dragon, Taeyang, T.O.P, Daesung, dan Seungri terbentuk, YG sempat melakukan serangkaian pencarian dan audisi untuk melengkapi barisan. Dari proses itu muncul tiga nama artis Korea yang hampir menjadi bagian dari BIGBANG, namun pada akhirnya tidak terpilih. Kisah mereka mengungkap dinamika industri hiburan Korea serta keputusan estetika yang memengaruhi sebuah grup musik.
Lee Soo Hyuk: Aktor yang Ditolak Karena Tinggi Badan
Lee Soo Hyuk, yang lebih dikenal sebagai aktor drama romantis, pernah mengaku dalam program ZIP Daesung (Februari 2026) bahwa ia dihubungi oleh G‑Dragon ketika keduanya masih bersekolah menengah. Pada saat itu BIGBANG baru beranggotakan dua orang—G‑Dragon dan Taeyang—dan mereka sedang mencari dua anggota tambahan. Lee menyarankan dirinya sendiri sebagai kandidat, namun G‑Dragon menolak dengan alasan visual: Lee dianggap terlalu tinggi untuk menyeimbangkan formasi grup.
G‑Dragon mengingat kembali percakapan tersebut dengan candaan, menyatakan Lee lebih cocok bergabung dengan grup lain seperti TVXQ. Meskipun penolakan itu bersifat subjektif, keputusan tersebut memperlihatkan betapa pentingnya keserasian visual dalam strategi penataan idol grup pada masa itu.
Jay Park: Trainee JYP yang Mendekati BIGBANG
Nama kedua yang hampir menjadi anggota BIGBANG adalah Jay Park, yang pada saat itu masih trainee di JYP Entertainment. Pada sebuah acara KPOP STAR, pendiri YG Entertainment, Yang Hyun‑Suk, mengungkapkan bahwa ia pernah mempertimbangkan Jay Park untuk mengisi posisi di BIGBANG bersama G‑Dragon dan Taeyang.
Jay Park mengingat pengalaman audisi di kantor pusat YG, di mana ia menampilkan breakdance freestyle dan menyanyikan lagu Musiq Soulchild di hadapan eksekutif YG. Taeyang pun menanggapi dengan menyanyikan lagu Usher. Momen itu menjadi bukti bahwa YG memang menilai kemampuan panggung dan gaya pribadi calon anggota secara menyeluruh. Meskipun Jay Park tidak bergabung, pengalaman tersebut menjadi batu loncatan kariernya sebagai artis solo yang sukses di Amerika dan Korea.
Hyunseung: Persaingan Ketat dengan Seungri
Calon ketiga yang hampir menjadi anggota BIGBANG adalah Hyunseung, yang saat itu masih trainee di YG. Pada program Win Win (2012), ia mengaku hampir terpilih, namun harus bersaing dengan Seungri untuk posisi debut. Persaingan tersebut berujung pada keputusan YG untuk menempatkan Seungri dalam formasi, sementara Hyunseung kemudian debut bersama BEAST (yang kemudian berganti nama menjadi Highlight).
Hyunseung pernah menyatakan rasa iri terhadap keberhasilan BIGBANG, bahkan berharap menjadi anggota keenam grup tersebut. Meski tidak terwujud, kariernya bersama BEAST/Highlight tetap menorehkan pencapaian signifikan, termasuk penjualan album tinggi dan tur internasional.
Ketiga cerita ini memperlihatkan betapa kompetitifnya proses seleksi anggota idol grup di Korea. Faktor visual, kemampuan panggung, dan kecocokan tim menjadi pertimbangan utama yang dapat menentukan nasib seorang trainee.
Sejarah BIGBANG tetap menjadi contoh bagaimana keputusan di balik layar dapat membentuk fenomena global. G‑Dragon dan Taeyang, yang sudah dipastikan menjadi anggota awal, berhasil menemukan tiga rekan yang kini menjadi ikon K‑pop. Sementara Lee Soo Hyuk, Jay Park, dan Hyunseung melanjutkan karier masing‑masing, mereka tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita asal mula BIGBANG.
Dengan menelusuri kembali momen-momen kritis ini, penggemar dapat lebih memahami betapa rumitnya proses pembentukan grup idol dan betapa setiap keputusan dapat mengubah jalur karier artis secara drastis. Kisah-kisah tersebut juga mengingatkan bahwa di balik gemerlap panggung, ada banyak talent yang berjuang keras untuk mendapatkan tempat di industri musik yang sangat kompetitif.