Setapak Langkah – 28 Maret 2026 | Bukayo Saka, winger serba bisa Arsenal dan andalan timnas Inggris, kini berada di persimpangan karier yang menantang. Setelah mencetak gol ke-13nya untuk Inggris melawan Wales pada Oktober 2025—menjadikannya pencetak gol terbanyak Arsenal yang bermain untuk Three Lions—ia diharapkan menjadi figur sentral dalam upaya Arsenal merebut treble dan Inggris menargetkan sukses di Piala Dunia 2026. Namun, performa Saka selama musim 2023/24 menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan lima tahun terakhir.
Statistik yang Menunjukkan Penurunan
- Premier League: 6 gol dari 22 penampilan, sama dengan musim 2022/23 ketika ia masih pulih dari operasi hamstring.
- Assist: hanya 3 kali, jauh di bawah 10 assist pada musim 2022/23.
- Kontribusi gol keseluruhan: 9 (6 gol + 3 assist) dibandingkan 16 pada musim sebelumnya.
- Penampilan melawan ‘Big Six’: 1 assist melawan Chelsea dalam 8 pertemuan, tanpa gol atau assist di laga penting melawan Manchester City, Bayer Leverkusen, atau Chelsea di fase knockout.
Selama tiga musim terakhir (2021/22 hingga 2023/24), Saka mencatat 22 kontribusi gol melawan klub-klub papan atas Premier League. Musim ini, angka itu turun menjadi dua, menandakan penurunan dampak dalam pertandingan-pertandingan krusial.
Komentar Pelatih dan Reaksi Publik
Setelah gol melawan Wales, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, meminta pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan penilaian tentang Saka. Tuchel menanggapi dengan nada menantang: “Dia harus terus melangkah. Saya mengharapkan setidaknya 30 penampilan, tetapi saya tidak pernah puas. Saka memiliki semua kualitas—attitude, stamina, talenta—untuk menjadi pemain kelas dunia, dan itulah yang harus ia tunjukkan.” Namun, sejak pernyataan itu, performa Saka menurun, menimbulkan pertanyaan apakah tekanan ekspektasi tersebut memengaruhi mentalnya.
Arteta, dalam konferensi pers pasca kekalahan melawan Manchester City di Wembley, mengakui bahwa Saka “tidak memiliki pertandingan yang baik”. Mantan pemain Arsenal, Ray Parlour, menambahkan bahwa rekan se-timnya, Noni Madueke, sedang menunjukkan performa yang lebih konsisten, menyarankan agar Saka diberikan istirahat sejenak.
Absennya dari Timnas Inggris
Di samping masalah klub, Saka juga absen dalam pertandingan persahabatan Inggris melawan Uruguay pada Maret 2026. Penyebab pastinya belum diumumkan secara resmi, namun spekulasi media mengaitkannya dengan kebugaran dan kebutuhan pemulihan setelah jeda 11 minggu tanpa gol di Premier League. Sementara Harry Kane dan Declan Rice juga tidak dipanggil, fokus kini beralih pada bagaimana Saka dapat kembali ke level terbaiknya menjelang Piala Dunia.
Pengaruh Saka di Kalangan Generasi Muda
Meski mengalami masa sulit, Saka tetap menjadi idola bagi pemain muda. Ismeal Kabia, pemain muda 20‑tahun yang sedang dipinjamkan ke Shrewsbury Town, menyatakan Saka sebagai inspirasi utama dalam kariernya. Kabia, yang pernah berada di skuad cadangan Arsenal, menuturkan, “Saka adalah contoh nyata bagi anak-anak di London yang bermimpi bermain di klub top. Saya ingin meniru jejaknya, baik di lapangan maupun di luar lapangan.” Kabia menekankan pentingnya dukungan keluarga dan akademi Arsenal dalam mengasah bakatnya, mencerminkan jalur pengembangan yang sama yang dilalui Saka sejak usia dini.
Prospek dan Tantangan Kedepan
Arsenal saat ini memimpin klasemen Premier League dengan selisih sembilan poin dan memiliki rekor gol tertinggi, namun perjuangan untuk meraih treble masih berisiko jika kontribusi kunci seperti Saka tidak kembali ke level puncak. Di sisi lain, timnas Inggris membutuhkan kreativitas dan kecepatan Saka untuk mengimbangi absennya pemain-pemain veteran lainnya. Menurut analisis taktik, peran Saka sebagai penyerang sayap yang dapat menembus pertahanan lawan sangat krusial dalam strategi Inggris menjelang Piala Dunia.
Jika Saka mampu mengatasi krisis produktivitasnya, baik di level klub maupun internasional, ia berpotensi kembali menjadi talisman yang mengangkat Arsenal dan Inggris ke puncak kompetisi. Namun, proses pemulihan mental dan fisik tetap menjadi kunci utama, sementara pelatih Arteta dan Tuchel harus menyesuaikan beban permainan agar pemain muda tersebut dapat menampilkan performa konsisten.
Dalam beberapa minggu ke depan, perhatian publik akan terfokus pada bagaimana Saka menanggapi kritik, mengatasi tekanan, dan apakah ia akan kembali menjadi ancaman utama bagi lawan-lawan Premier League dan timnas. Kesuksesannya tidak hanya menentukan nasib Arsenal dalam pencarian treble, tetapi juga memengaruhi peluang Inggris meraih prestasi di panggung dunia.