Setapak Langkah – 28 Maret 2026 | Film “Yohanna” karya sutradara Razka Robby Ertanto akan mulai diputar secara serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 9 April 2026. Film ini menjadi sorotan utama setelah menapaki dua tahun tur festival internasional, mengumpulkan deretan penghargaan bergengsi, dan menunggu penonton tanah air untuk menyaksikan kisah biarawati muda yang berjuang menghadapi realitas keras pasca-bencana.
Sinopsis yang Menggugah
Yohanna (diperankan oleh aktris terkemuka Laura Basuki) adalah seorang biarawati muda yang dikirim ke pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, dalam sebuah misi kemanusiaan setelah terjadinya Badai Tropis Seroja. Misi yang awalnya berfokus pada distribusi bantuan berubah menjadi ujian moral ketika truk berisi bantuan hilang karena pencurian. Kejadian tersebut memaksa Yohanna keluar dari zona nyaman konvent dan berhadapan langsung dengan masalah sosial yang mengakar: kemiskinan meluas, korupsi aparat lokal, serta eksploitasi anak di bawah umur.
Dalam prosesnya, keyakinan Yohanna yang semula teguh perlahan goyah. Ia harus mencari kembali arti pengabdian, memaknai hubungan antara iman dan tindakan nyata, serta menemukan cara menyeimbangkan kepedulian spiritual dengan keadilan sosial. Film ini tidak hanya menyoroti penderitaan, tetapi juga menampilkan harapan melalui interaksi Yohanna dengan anak‑anak Sumba, kebudayaan lokal, dan keindahan alam pulau yang masih lestari.
Jadwal Penayangan
Penayangan resmi dimulai pada hari Jumat, 9 April 2026, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga minggu pertama di jaringan bioskop utama seperti XXI, CGV, dan Cinepolis. Penonton dapat menyaksikan film ini pada sesi pagi, siang, maupun malam, dengan perkiraan jam tayang pertama pukul 10.00 WIB. Karena permintaan yang tinggi, beberapa bioskop di kota‑kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung menambah sesi tambahan pada akhir pekan.
Prestasi Internasional
Selama perjalanannya di kancah internasional, “Yohanna” telah mengukir prestasi luar biasa. Berikut rangkuman penghargaan utama yang diraih:
- International Film Festival Rotterdam 2024 – Seleksi Kompetisi VPRO Big Screen Award.
- Jakarta Film Week 2024 – Best Direction Award untuk Razka Robby Ertanto.
- Jogja‑NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke‑19 – Lima penghargaan termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Storytelling Terbaik, Akting Terbaik (Laura Basuki), dan Sinematografi Terbaik.
- Official Selection Adelaide Film Festival 2025 – Penayangan khusus di Australia.
- Asian Film Festival 2025 di Roma, Italia – Best Actress untuk Laura Basuki.
- Film Pilihan Tempo 2024 – Pengakuan kritis di dalam negeri.
Keberhasilan tersebut menjadikan “Yohanna” sebagai salah satu film Indonesia yang paling banyak dihormati di panggung dunia dalam dekade terakhir.
Profil Pemeran dan Tim Kreatif
Selain Laura Basuki sebagai tokoh utama, film ini menampilkan Jajang C. Noer, Kirana Grasela, dan Iqua Tahlequa dalam peran pendukung. Anak‑anak Sumba juga dilibatkan sebagai pemeran latar, memberikan nuansa otentik pada setiap adegan. Produksi merupakan kolaborasi internasional antara perusahaan Indonesia Summerland, Reason8 Films (Inggris), dan Pilgrim Film (Italia). Seluruh proses pengambilan gambar dilakukan di lokasi asli Sumba, menekankan upaya menampilkan lanskap dan budaya setempat secara realistis.
Laura Basuki mengungkapkan bahwa peran Yohanna merupakan titik balik dalam kariernya. Ia harus berinteraksi secara intens dengan penduduk lokal, termasuk melakukan adegan menunggang kuda yang menantang. “Karakter ini bukan sosok suci yang sempurna, melainkan manusia yang terus belajar memahami hubungannya dengan Tuhan dan dunia,” ujar Basuki dalam konferensi pers.
Razka Robby Ertanto, yang sebelumnya dikenal lewat film “Ave Maryam”, menegaskan bahwa “Yohanna” adalah cermin bagi setiap penonton. “Saya ingin film ini terasa sangat dekat dengan kehidupan kita, menunjukkan bahwa keyakinan dapat diuji ketika berhadapan dengan realitas yang tidak selalu hitam putih,” jelas Ertanto.
Respon Publik dan Harapan Penonton
Antisipasi penayangan di Indonesia sangat tinggi. Media sosial menunjukkan ribuan komentar positif, menyoroti kombinasi antara kualitas sinematografi, kedalaman cerita, dan kehadiran akting Laura Basuki yang memukau. Banyak penonton yang menantikan kesempatan menyaksikan gambaran kehidupan Sumba yang jarang terangkat dalam film mainstream.
Dengan jadwal rilis yang berdekatan dengan film‑film lain seperti “The King’s Warden” dan beberapa produksi lokal, “Yohanna” diprediksi akan menjadi salah satu film paling banyak ditonton pada minggu pertama April 2026. Pihak distributor berharap film ini tidak hanya mengisi layar lebar, tetapi juga memicu diskusi tentang peran agama dalam aksi kemanusiaan di Indonesia.
Secara keseluruhan, “Yohanna” menjanjikan pengalaman sinematik yang mendalam, menggabungkan narasi religius dengan tantangan sosial yang relevan. Penayangan pada 9 April 2026 menjadi momen penting bagi industri perfilman Indonesia untuk menunjukkan kemampuan menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus menyentuh hati penonton domestik.