Setapak Langkah – 28 Maret 2026 | Jakarta, 28 Maret 2026 – Sutradara legendaris Rizal Mantovani kembali menapaki genre horor dengan proyek sekuel yang dinanti, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Film ini melanjutkan kisah Kuasa Gelap (2024) yang berhasil menarik 1,4 juta penonton, dan kali ini mengusung tema eksorsisme Katolik yang jarang diangkat di layar lebar Indonesia.
Latar Belakang dan Tantangan Produksi
Rizal, yang pernah mencetak sejarah horor Indonesia lewat Jelangkung bersama Jose Purnomo dua puluh lima tahun lalu, mengaku bahwa menggarap sekuel berlandaskan ajaran Katolik menjadi tantangan tersendiri. “Saya tertantang karena ini horor Katolik sementara saya Muslim. Ini memberi semangat baru,” ungkapnya dalam wawancara eksklusif via telepon pada 26 Maret 2026.
Untuk memastikan keotentikan ritual, Rizal berkonsultasi langsung dengan Romo Robini, salah satu dari dua imam di Indonesia yang memiliki mandat resmi dari Vatikan untuk melakukan eksorsisme. “Romo Robini memberikan panduan liturgi dan detail pengusiran setan yang sangat penting bagi kami,” tambah sutradara.
Pengembangan Karakter dan Pemeran Utama
Film ini menampilkan Lukman Sardi kembali sebagai Romo Rendra, tokoh yang sebelumnya hanya muncul sekilas. Dalam konferensi pers 27 Maret 2026, Lukman menjelaskan bahwa sekuel ini mengungkap latar belakang kelam sang romo, menyoroti sisi manusiawi di balik perannya sebagai pemimpin rohani. “Dia memulai sesuatu dengan hal yang kurang baik, dan perjalanan hidupnya membawanya menjadi Romo,” katanya.
Jerome Kurnia kembali berperan sebagai Romo Thomas sekaligus menjabat sebagai produser eksekutif, menandai langkah baru dalam kariernya. Selain itu, cast baru meliputi Venly Arauna (Daniel), Keysha Angelica (Nia), Sisca Saras (Suster Aloysia Muda), Lydia Kandou (Suster Aloysia), Kiki Narendra (Romo Wicaksana), Ferry Salim (Halim), Feby Febiola (Linda) dan Faiz Vishal (Bayu). Feby, yang vakum lama dari dunia perfilman, menyatakan kegembiraannya kembali beraksi berkat skenario yang kuat dan arahan Rizal yang “ikonik”.
Sinopsis Singkat
Dalam Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, dua romo menghadapi kerasukan iblis Leviathan yang merasuki tubuh Daniel, anak keluarga terpandang di Jawa Timur. Iblis ini membawa chaos yang melanda desa, memaksa Romo Thomas dan Romo Rendra berhadapan dengan pergulatan iman, trauma masa lalu, serta godaan kekuatan gelap. Konflik spiritual ini diharapkan menambah kedalaman naratif dibandingkan film pertama yang lebih fokus pada Romo Thomas.
Aspek Visual dan Skala Produksi
Rizal menjanjikan peningkatan signifikan pada skala visual. Produser Robert Ronny menegaskan bahwa film ini akan menampilkan efek khusus yang lebih menakjubkan, serta menyoroti praktik pesugihan yang masih terjadi di beberapa daerah Indonesia. “Kami ingin menampilkan pesugihan bukan sekadar mitos, melainkan fenomena sosial yang berakar kuat,” ujar Ronny.
Syuting dimulai pada April 2026 di beberapa lokasi di Jawa Timur, dengan dukungan teknis dari Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment. Distribusi internasional akan dihandle oleh Monster Films, menandakan ambisi film ini untuk menembus pasar luar negeri.
Harapan Penonton dan Dampak Budaya
Dengan rekam jejak hampir 1,4 juta penonton pada film pertamanya, ekspektasi publik sangat tinggi. Penonton diharapkan tidak hanya merasakan ketegangan horor, tetapi juga memperoleh pemahaman baru tentang konflik keagamaan di Indonesia. Sekuel ini diproyeksikan rilis Oktober 2026 dan diprediksi akan menjadi salah satu film horor religi paling berpengaruh dalam dekade ini.
Secara keseluruhan, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah bukan sekadar lanjutan cerita, melainkan sebuah eksperimen sinematik yang menggabungkan elemen religius, psikologis, dan visual yang memukau. Kesuksesan film ini akan menjadi indikator kuat bahwa genre horor dengan latar religius dapat menjadi daya tarik utama bagi penonton Indonesia.