Setapak Langkah – 27 Juli 2026 | Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, pada Jumat (xx) menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan pemasaran digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Riau. Ia menilai pola pikir bisnis yang modern menjadi landasan utama agar pelaku usaha dapat bersaing di era ekonomi digital.
Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
- Peningkatan kompetensi: Pelatihan harus mencakup pengetahuan dasar hingga lanjutan tentang SEO, iklan berbayar, dan konten kreatif.
- Dukungan pendanaan: Pemerintah provinsi diharapkan menyediakan subsidi atau kredit mikro khusus untuk pelaku UMKM yang mengikuti program.
- Kolaborasi lintas sektor: Kementerian Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian Riau, serta perguruan tinggi setempat dapat menjadi mitra dalam menyusun kurikulum.
Untuk memvisualisasikan target yang ingin dicapai, tabel berikut merangkum indikator utama yang diharapkan meningkat dalam dua tahun ke depan:
| Indikator | 2024 | 2026 (target) |
|---|---|---|
| Persentase UMKM yang menggunakan digital marketing | 18 % | 45 % |
| Jumlah pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan | 12.000 orang | 30.000 orang |
| Penjualan online rata‑rata per UMKM | Rp 1,2 juta/bulan | Rp 3,5 juta/bulan |
Hendry Munief juga menegaskan bahwa keberhasilan inisiatif ini tidak hanya bergantung pada penyediaan modul pelatihan, melainkan pada evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian strategi sesuai kebutuhan pasar lokal. Ia mengajak seluruh stakeholder, termasuk asosiasi pengusaha dan komunitas digital, untuk bersama‑sama menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM Riau menuju ekonomi digital yang inklusif.
Dengan langkah konkret ini, diharapkan UMKM Riau tidak hanya dapat meningkatkan omzet, tetapi juga memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional bahkan internasional.