Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | PSIM Yogyakarta menegaskan targetnya untuk memperoleh lisensi kompetisi Asia, khususnya hak berkompetisi di Liga Champions Asia Dua (ACL 2), pada musim kompetisi 2027/2028.
Pengumuman ini disampaikan oleh Steven Sunny, General Manager klub, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta. Sunny menambahkan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang PSIM untuk meningkatkan kualitas tim dan bersaing di level internasional.
Untuk memenuhi standar AFC, klub harus melaksanakan beberapa langkah penting, antara lain:
- Memenuhi kriteria infrastruktur, termasuk stadion yang memenuhi standar keamanan, fasilitas latihan, dan ruang ganti yang memadai.
- Menunjukkan stabilitas keuangan dengan laporan keuangan yang transparan serta tidak memiliki tunggakan gaji atau pajak.
- Mengembangkan akademi pemuda yang terakreditasi dan memiliki program pelatihan berkelanjutan.
- Mengimplementasikan manajemen klub profesional, meliputi struktur organisasi yang jelas serta staf teknis bersertifikat AFC.
- Memenuhi standar administratif, seperti kepemilikan lisensi nasional yang masih berlaku dan kepatuhan pada regulasi AFC.
PSIM telah memulai beberapa inisiatif untuk menyiapkan diri, antara lain renovasi stadion Mandala Krida Stadium, peningkatan sistem akuntansi, serta kerja sama dengan klub-klub Asia untuk pertukaran pemain dan pelatih.
Jika berhasil, lisensi AFC akan memungkinkan PSIM berpartisipasi di ACL 2, memberikan pengalaman kompetisi yang lebih tinggi bagi pemain dan meningkatkan eksposur klub di kancah regional. Hal ini juga diharapkan dapat menarik sponsor baru serta meningkatkan basis pendukung klub.
Namun, proses perolehan lisensi tidak tanpa tantangan. Klub harus bersaing dengan standar yang semakin ketat dan memastikan semua persyaratan terpenuhi tepat waktu. Untuk itu, PSIM menargetkan penyelesaian semua persiapan paling lambat pada akhir tahun 2026, memberi ruang bagi evaluasi akhir sebelum musim kompetisi dimulai.