Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan kolaborasi strategis dengan Yonif TP 804/Dharma Bhakti Asasta Yuddha (Yonif 804) untuk memperkuat upaya hilirisasi pangan di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. Kerjasama ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal, memperluas lapangan kerja, dan menstabilkan pasokan gizi di wilayah tersebut.
Melalui sinergi antara institusi sipil dan militer, BGN dan Yonif 804 merencanakan serangkaian kegiatan, antara lain:
- Pembentukan pusat pelatihan pemrosesan pangan bagi petani dan pelaku UMKM setempat.
- Penyediaan peralatan pengolahan modern, seperti mesin pengering, penggiling, dan pengemasan.
- Pembinaan pemasaran produk olahan melalui jaringan distribusi yang dimiliki militer.
- Monitoring dan evaluasi rutin untuk memastikan standar gizi dan keamanan pangan terpenuhi.
Program ini diharapkan dapat mengubah komoditas unggulan Nabire, seperti sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian, menjadi produk bernilai tinggi seperti makanan siap saji, bahan baku industri, dan produk ekspor. Selain meningkatkan pendapatan petani, hilirisasi juga dapat mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan memperkuat kemandirian pangan daerah.
Kepala BGN, Dr. Siti Rahma, menyatakan bahwa kolaborasi dengan TNI memberikan dukungan logistik dan keamanan yang krusial, terutama dalam mengakses daerah terpencil. Sementara Komandan Yonif 804, Letkol Agus Prasetyo, menekankan komitmen pasukan untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi lokal selain tugas pertahanan.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, proyek hilirisasi ini dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2024, dengan target peningkatan nilai tambah produk pertanian sebesar 30% dalam dua tahun pertama.