Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Pemerintah Kota Jakarta Barat kembali mengingatkan masyarakat menjelang hari raya Idul Adha untuk mengadopsi konsep eco kurban. Inisiatif ini bertujuan mengurangi dampak lingkungan sekaligus memastikan proses penyembelihan hewan kurban berlangsung lebih higienis dan ramah lingkungan.
Eco kurban menekankan pada tiga prinsip utama: pemilihan hewan yang sehat, penanganan limbah secara terkontrol, dan pemanfaatan daging serta organ tubuh secara optimal. Pemerintah mengajak warga untuk berperan aktif dalam setiap tahap, mulai dari pembelian hingga distribusi daging.
Berikut langkah-langkah yang disarankan oleh Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat:
- Pilih hewan yang sehat: Pastikan sapi atau kambing tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit dan memiliki sertifikat kesehatan.
- Gunakan fasilitas penyembelihan yang terstandarisasi: Penyembelihan harus dilakukan di tempat yang telah memenuhi standar kebersihan, ventilasi, dan pengelolaan limbah.
- Kelola limbah secara bertanggung jawab: Kotoran, darah, dan jaringan non-edar harus diproses atau dimusnahkan dengan cara yang tidak mencemari lingkungan, misalnya melalui komposting atau pemusnahan termal.
- Manfaatkan seluruh bagian hewan: Daging didistribusikan kepada yang membutuhkan, sementara organ seperti hati, ginjal, dan otak dapat dijadikan bahan baku makanan atau pupuk organik.
- Edukasikan keluarga dan tetangga: Sosialisasikan pentingnya eco kurban melalui media sosial, grup komunitas, atau pertemuan RT.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, diharapkan tidak hanya tercipta penyembelihan yang lebih bersih, tetapi juga mengurangi beban sampah serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan selama perayaan Idul Adha.
Pemkot Jakarta Barat menegaskan bahwa dukungan seluruh lapisan masyarakat sangat penting untuk menjadikan eco kurban sebagai praktik berkelanjutan yang dapat diadopsi di kota-kota lain.